Dua Perintah Berbeda, Sebelum Bandung Lautan Api

oleh -60 views
Dua Perintah Berbeda, Sebelum Bandung Lautan Api

Dua Perintah Berbeda, Sebelum Bandung Lautan ApiTRAVESIA.CO.ID – Bisa dibayangkan bagaimana peliknya dilema yang dihadapi Komandan Devisi III Siliwangi Kolonel Nasution. Agar melakukan tindakan sebagaimana yang telah dipesankan kepada Menteri Syafrudin Prawiranegara, TRI adalah modal yang harus dipelihara, jangan sampai hancur, TRI harus dibangun untuk kelak melawan NICA. Pemerintahan sipil harus tetap di posnya sekarang, karena kalau pergi, pasti NICA akan menggantikannya. Jangan diadakan pembakaran dan sebagainya karena yang rugi rakyat sendiri dan yang harus membangunnya kelak kita juga!” Arahan Perdana Mentri Sutan Syahrir pada komandan Devisi III Siliwangi.

Ini perintah “politik” dari pemerintah pusat mengharuskan TRI dan semua badan-badan perjuangan untuk keluar dari Bandung Selatan dengan jarak 11 kilometer dari jalur rel kereta api. Tapi di sisi lain ia mendapat perintah dari Markas Pusat TRI di Jogjakarta. “Setiap jengkal tumpah darah harus dipertahan, agar jangan menyerahkan Bandung Selatan begitu saja kepada Sekutu!” Dan akhirnya “sejarah” mencatat, keputusan yang diambil pimpinan TRI Devisi III Siliwangi disetujui dan diakui sebagai keputusan yang paling realistis. Menjawab pertanyaan dari Markas Pusat TRI di Jogjakarta bahwa mengapa Kolonel Nasution tidak melaksanakan perintah markas TRI pusat agar mempertahankan Bandung Selatan mati-matian? Dengan sedikit emosi, tapi dengan nada datar dan tanpa jeda! Nasution menjawab, “Panglima Komandemen lebih tahu apa yang telah dikatakan kepada Panglima Divisi dan lebih-lebih lagi Yogya harus tahu, bahwa saya selaku Panglima Divisi Ill tidak mungkin mengorbankan Batalyon saya dengan kurang 100 pucuk senapan seluruhnya untuk menangkis Divisi ke-23 yang diawaki oleh 12.000 orang itu dalam ruangan yang demikian kecil. Walaupun kami bertempur, akhimya kami tidak akan dapat menghindari pendudukan oleh musuh. Kalau seandainya musuh akan memperolehnya, baiklah ia menerima puing tapi empat Batalyon saya, menurut Panglima Divisi III akan tetap utuh untuk tiap malam melakukan gerilya di dalam kota!”

Pak Oerip Soemohardjo saat memberi keterangan pada pers saat bulan mei 1946 di Purwakarta menjawab, “Keputusan yang diambil komandan Devisi III mengenai Bandung Lautan Api adalah yang paling tepat dan realistis!”

Sumber: Buku Bandung Lautan Api Terbitan Dinas Sejarah AD

Beny Rusmawan

Dapatkan 2 buah buku penelitian Feni Efendi tentang PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI):

Jejak yang Terlupakan

Judul Buku: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Genre: Catatan Perjalanan

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Selendang Ibu Perdana Menteri

Judul Buku: SELENDANG IBU PERDANA MENTERI

Genre: buku puisi PDRI

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.