Suasana Pagi di Bangka ketika Soekarno-Hatta Merasa Bersalah kepada Soedirman

Suasana Pagi di Bangka ketika Soekarno-Hatta Merasa Bersalah kepada SoedirmanTRAVESIA.CO.ID – Pagi itu suasana masih sejuk di daerah Bangka. Suasana dipaviliun tempat pengasingan para pemimpin republik setelah agresi militer Belanda kedua. Bung Karno sudah terlihat di ruang tengah sembari menikmati sarapan pagi dan kopi. Bung Hatta menyusul keluar dari kamar dan menghampiri sahabatnya itu.

“Saya merasa bersalah dengan Soedirman. Kita enak enak makan, sedang Soedirman entah makan apa dalam hutan,” seraya menaruh gelas kopinya yang tak jadi di minum. Lama Hatta merenung menatap gelas kopi yang diletakkan diatas meja.

“Saya juga sama, sudah berbohong pada Dirman, saat pidato di depan Gedung Agung saya berjanji akan memimpin sendiri perang gerilya jika Belanda melakukan agresi kembali.” Saut Bung Karno sembari keluar dari ruang tamu dan menuju keluar dan tercenung berdiri di hadapan Bung Hatta, menatap ke arah halaman dengan mata kosong. Lama kedua Dwi Tunggal terdiam dalam pikiran masing masing.

Sejarah mencatat Panglima Besar Soedirman bergerilya ke hutan hutan memimpin perang gerilya. Dengan segala keterbatasan namun semangat yang tak luntur walau memendam kecewa pada Soekarno namun tidak terbersit sedikit pun dalam pikiran sang Panglima untuk melawan pemimpin tertingginya. Empati yang ditunjukan oleh Dwi Tunggal pada Soedirman sendiri sebenarnya menunjukan betapa para pemimpin bangsa kita dulu saling mendukung walau dengan cara yang berbeda. Saat Soedirman kembali ke jogja setelah bergerilya, Soekarno menyambutnya dengan tangis ditahan. Andai kita juga punya empati seperti para pemimpin dulu, kita tak akan gampang menjustifikasi orang lain.

Beny Rusmawan

Dapatkan 2 buah buku penelitian Feni Efendi tentang PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI):

Jejak yang Terlupakan

Judul Buku: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Genre: Catatan Perjalanan

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Selendang Ibu Perdana Menteri

Judul Buku: SELENDANG IBU PERDANA MENTERI

Genre: buku puisi PDRI

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

Leave a reply "Suasana Pagi di Bangka ketika Soekarno-Hatta Merasa Bersalah kepada Soedirman"