Ketika Goentoer Soekarno Putra Bikin Runyam Garnisun

Ketika Goentoer Soekarno Putra Bikin Runyam GarnisunTRAVESIA.CO.ID – Sekitar tahun 1957-58, Guntur meminta “kakak-kakak” DKP agar menyebutnya jenderal, bukan Mas Tok (begitu pangilan Guntur). Lalu jenderal ini mengajak prajuritnya main perang-perangan. Aturannya sederhana. Barang siapa yang ketahuan atau kelihatan, akan “didor” lebih dahulu dan harus keluar gelanggang karena tertembak “mati”. Tetapi jarak “ngedor” dan “didor” itu, tak boleh kurang dari 20 meter. Prajurit yang terlibat, sekitar 10 anggota DKP asal kesatuan Brimob. Guntur memimpin pasukan I, sedangkan pasukan II dipimpin tentara asli.

Medan palagan ini di halaman luas, antara Istana Merdeka dan Istana Negara. Tiap pasukan segera mempersiapkan dirinya, termasuk “Jenderal Bledek” Mas Tok Guntur Sukarno yang sudah mempersenjatai dirinya dengan pistol-pistolan, serta logistik buah segar tulen. Guntur pun melengkapi pasukannya dengan agen intelijen, Musli, gembala kambing istana. Perang pun dimulai, dipimpin Guntur yang mengenakan topi baja tentara asli.

Sementara perang lagi memanas dan asyik, tiba-tiba komandan jaga istana berlari ke arah Guntur.

“Mas Tok! Perangnya disetop dulu Mas. Cease fire, cease fire!”Sambil terengah engah.

“Emangnya kenapa Kak?” tanya mas Tok

“Anu Mas, perwira piket telepon kasih tahu katanya dari KMKB (semacam Kodam sekarang) menanyakan di istana ada apa, kok waktu KMKB patroli, mereka melihat pasukan pengawal mengambil posisi tempur di depan Istana Merdeka! Makanya lebih baik perang-perangannya distop dulu! Nanti Jakarta bisa gawat!” kata sang perwira jaga itu.

“Busyeeet! Mati gua! Kaaaak, hayo perangnya bubaaar!” teriak putra pertama Bung Karno ini. Waktu Bung Karno datang dari Bogor, Guntur dipanggilnya untuk ditanyai soal perang-perangan tadi.

“Heh, Tok, aku dapat laporan kau bikin geger petugas keamanan Jakarta ya? keadaan gawat begini ndak usah main perang-perang dulu; nanti kalau keadaan sudah normal saja Kau jadi jenderal ya waktu perang-perangan?” Tanya Bung Karno pada putranya. Sedang Goentoer Soekarno Poetra hanya mesem saja tak berani menjawab.

(Soekarno, temenku, guruku dan bapakku)

Beny Rusmawan

Dapatkan 2 buah buku penelitian Feni Efendi tentang PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI):

Jejak yang Terlupakan

Judul Buku: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Genre: Catatan Perjalanan

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Selendang Ibu Perdana Menteri

Judul Buku: SELENDANG IBU PERDANA MENTERI

Genre: buku puisi PDRI

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

Leave a reply "Ketika Goentoer Soekarno Putra Bikin Runyam Garnisun"