Divisi Siliwangi Kesatuan Militer Di Indonesia Yang Mengalami Tempaan Luar Biasa

oleh -18 views
Divisi Siliwangi Kesatuan Militer Di Indonesia Yang Mengalami Tempaan Luar Biasa

Divisi Siliwangi Kesatuan Militer Di Indonesia Yang Mengalami Tempaan Luar BiasaTRAVESIA.CO.ID – Di “giring” keluar kandang bukan karena kalah perang tapi harus patuh pada perintah “politik”, dikebiri kekuatannya hampir separuhnya juga karena politik, difitnah belum lagi ditusuk bangsa sendiri saat Long Marc. Kisah di tusuk bangsa sendiri ini banyak yang memilukan seperti kisah gugurnya Mayor Oetarja. Saat kembali ke Jawa Barat setelah agresi militer Belanda ke 2, rupanya di Jawa Barat kartosoewirjo menusuk dari belakang dengan memproklamirkan Negara Islam Indonesia dan Tentara Islam Indonesia.

Disaat yang bersamaan anak-anak Siliwangi sedang berjibaku melawan Belanda, maka munculnya DI/TII malah membuat kisruh suasana. Seperti kisah dibawah ini. Mayor Oetara selaku Perwira Staf Brigade XIV/ Siliwangi, menerima perintah atasan untuk mengadakan perundingan dengan pihak DI-TII di daerah Cigalontang.

Beliau dikawal oleh satu regu prajurit Siliwangi, dan diantar oleh Adah Djaelani “Bupati DI-TII”. Perundingan berlangsung dengan SM. Kartosoewirjo yang didampingi oleh Oni dan Sjaefullah pembantu-pembantu dekat SM. Kartosoewirjo. Ternyata perundingan gagal, tidak mencapai kesepakatan untuk bekerjasama mengusir Tentara Belanda. Satu regu TNI pengawal Mayor Oetarja dilucuti senjatanya, sedangkan Mayor Oetarja sendiri ditahan, yang kemudian dieksekusi, dengan cara ditelanjangi terlebih dahulu, yang kemudian ditebas kepalanya didepan lubang lahat yang sudah disediakan. Maka wajar jika orang tak tahu seperti apa perjuangan anak anak Siliwangi dan berkesan membela Kartosoewirjo maka anak anak Siliwangi-lah yang paling sakit hati.

Beny Rusmawan

Dapatkan 2 buah buku penelitian Feni Efendi tentang PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI):

Jejak yang Terlupakan

Judul Buku: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Genre: Catatan Perjalanan

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Selendang Ibu Perdana Menteri

Judul Buku: SELENDANG IBU PERDANA MENTERI

Genre: buku puisi PDRI

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

Tentang Penulis: Feni Efendi

Gambar Gravatar
Feni Efendi lahir 20 Juli 1984 di Tiakar Kota Payakumbuh. Menamatkan pendidikannya di SD N 06 Balai Nan Tuo Tiakar Payakumbuh (1997), SLTP Negeri 5 Payakumbuh (2000), SMK Taman Siswa Payakumbuh jurusan Elektronika Komunikasi (2003). Ia menulis catatan perjalanan, sejarah, puisi dan juga sebagai blogger, copywriter dan youtuber. Buku puisinya berjudul SELENDANG IBU PERDANA MENTERI dan buku catatan perjalanan sejarahnya berjudul JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah. Bukunya bisa dipesan melalui kontak WA 0812-6772-7161. Ia tinggal di Limapuluh Kota Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.