Salah Satu Penembak Pesawat Mata-Mata Super Canggih Saat Era Perang Dingin

oleh -13 views
Salah Satu Penembak Pesawat Mata-Mata Super Canggih Saat Era Perang Dingin

Salah Satu Penembak Pesawat Mata-Mata Super Canggih Saat Era Perang DinginTRAVESIA.CO.ID – Jarang orang tahu bahwa bangsa kita hampir saja tercatat dalam sejarah sebagai salah satu penembak pesawat mata-mata super canggih saat era perang dingin. U2 Dragon Lady, milik USAF. Saat konfrontasi dengan Belanda era TRIKORA, APRI saat itu bagai diguyur limpahan senjata canggih. Salah satunya adalah rudal SA-2 yang dihadirkan tak lain untuk mengamankan wilayah udara di beberapa instalasi strategis, termasuk Jakarta.

Dengan di bagi 4 Wing yang mengelilingi Ibukota:

  1. Skadron 101 Peluncur peluru kendali darat ke udara SA-75 (di Cilodong)
  2. Skadron 102 Peluncur peluru kendali darat ke udara SA-75 (di Tangerang)
  3. Skadron 103 Peluncur peluru kendali darat ke udara SA-75 (di Cilincing)
  4. Skadron Teknik 104 Penyiap Peluru Kendali (di Pondok Gede).

Selama kampanye Trikora, SA-2 disiapkan membentengi Jakarta. Tak banyak cerita seputar masa genting itu, mengingat pada 1962 Belanda dan Indonesia sepakat menyelesaikan pertikaian di meja runding. Namun satu peristiwa pantas disimak dengan keberadaan SA-2 adalah pada suatu saat radar rudal menangkap adanya target dalam jarak tembaknya. Seperti biasa, anggota Skadron Peluncur 102 bersiaga seperti hari-hari sebelumnya. Namun, tiba-tiba keluar perintah yang menegangkan, bahwa sebuah pesawat intai strategis U-2 Dragon Lady melintas di Teluk Jakarta.

Kejadian itu segera dilaporkan ke Panglima Kohanud. Oleh panglima diteruskan kepada Presiden lewat jalur ‘telepon merah’ untuk menunggu perintah selanjutnya. Sementara operator radar sudah mengunci posisi U-2. Bisa dibayangkan bila Bung Karno saat itu ada di tempat ketika telepon berdering dari Panglima Kohanud, tidak seorang pun bisa membayangkan bagaimana perang yang akan terjadi kemudian. Namun saat itu, RI-1 sedang tidak ada di tempat dan target kemudian melarikan diri. Jika saja Bung Karno ada di tempat, mungkin sejarah akan berkata lain.

Sumber Majalah Angkasa tahun 2001.

Beny Rusmawan

Dapatkan 2 buah buku penelitian Feni Efendi tentang PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI):

Jejak yang Terlupakan

Judul Buku: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Genre: Catatan Perjalanan

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Selendang Ibu Perdana Menteri

Judul Buku: SELENDANG IBU PERDANA MENTERI

Genre: buku puisi PDRI

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.