dr. Kariadi, Bekas Asisten dr. Soetomo Gugur Diberondong Peluru

dr. Kariadi, Bekas Asisten dr. Soetomo Gugur Diberondong Peluru

dr. Kariadi, Bekas Asisten dr. Soetomo Gugur Diberondong Peluru

TRAVESIA.CO.ID – Sang Dokter sudah diminta agar tak mengikuti kata hati menuju reservoir air oleh sang istri. Tapi sebagai bentuk tanggungjawab, dokter yang pernah menjadi assisten dokter Soetamo ini tetap berniat ke tempat Reservoir Air Sarinanda.

Konon tentara jepang sudah memasukan racun dalam air di Reservoir Air Sarinanda di mana air itu adalah untuk kebutuhan warga Semarang.

Tangal 14 Oktober 1945, pasukan Jepang bersenjata lengkap melancarkan serangan mendadak sekaligus melucuti delapan anggota polisi istimewa yang waktu itu sedang menjaga sumber air minum bagi warga Kota Semarang Reservoir Siranda di Candilama. Kedelapan anggota Polisi Istimewa itu disiksa dan dibawa ke Markas Kidō Butai di Jatingaleh.

Sore itu tersiar kabar tentara Jepang menebarkan racun ke dalam reservoir itu. Rakyat pun menjadi gelisah. Cadangan air di Candi, Desa Wungkal, waktu itu adalah satu-satunya sumber mata air di Kota Semarang. Sebagai kepala RS Purusara (sekarang RSUP Dr. Kariadi)

Dokter Kariadi berniat memastikan kabar tersebut. Selepas Magrib, ada telepon dari pimpinan Rumah Sakit Purusara, yang memberitahukan agar dr. Kariadi, sebagai Kepala Laboratorium Purusara segera memeriksa Reservoir Siranda karena berita Jepang menebarkan racun itu.

Dokter Kariadi kemudian dengan cepat memutuskan harus segera pergi ke sana. Suasana sangat berbahaya karena tentara Jepang telah melakukan serangan di beberapa tempat termasuk di jalan menuju ke Reservoir Siranda. Isteri dr. Kariadi, drg. Soenarti mencoba mencegah suaminya pergi mengingat keadaan yang sangat genting itu. Namun dr. Kariadi berpendapat lain, ia harus menyelidiki kebenaran desas-desus itu karena menyangkut nyawa ribuan warga Semarang. Akhirnya drg. Soenarti tidak bisa berbuat apa-apa.

Ternyata dalam perjalanan menuju Reservoir Siranda itu, mobil yang ditumpangi dr. Kariadi dicegat tentara Jepang di Jalan Pandanaran. Bersama tentara pelajar yang menjadi sopir mobil yang ditumpanginya.  dr. Kariadi ditembak dari jarak sangat dekat dengan berondongan peluru! Sang Tentara Pelajar gugur di tempat.

Dokter Kariadi sempat dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 23.30 namun nyawa dokter muda itu tidak dapat diselamatkan. Ia gugur dalam usia 40 tahun satu bulan.

Oleh Beny Rusmawan

Leave a reply "dr. Kariadi, Bekas Asisten dr. Soetomo Gugur Diberondong Peluru"