Moefreni Moe’min, INDONESIAN TERRITORY

oleh -11 views
Kolonel Moefreni Moe'mien dan wakil nya Letkol Soeroto Koento
Kolonel Moefreni Moe'mien dan wakil nya Letkol Soeroto Koento
Kolonel Moefreni Moe'mien dan wakil nya Letkol Soeroto Koento
Kolonel Moefreni Moe’mien dan wakil nya Letkol Soeroto Koento

TRAVESIA.CO.ID – Siang terik itu menunjukkan panas luar biasa, angin seperti mati. Suara kereta api dari arah Krawang mulai terdengar jelas dari kejauhan. Di semak semak sekitar 2 kilometer sebelum stasiun Tjikampek, terlihat gerakan yg disebabkan orang yg tiarap dan sembunyi di semak semak. Itu, ya mereka adalah anak anak resimen Tjikampek yg sedang bersiap menghadang kereta dari Jakarta itu.

Pengalaman yang sudah membuat anak anak resimen pimpinan Moefreni Moe’min ini tak mau kecolongan. Pernah dulu mereka menghadang kereta di stasiun Tjikampek karena tak di hadang dari jauh, kereta itu bisa lewat tanpa berhenti di stasiun.

Saat ini mereka sudah siap, seperti perintah sang komandan. ” Jangan sampai kereta itu ke Bandung, mereka rupanya juga membawa peluru dan senjata! Ini pelanggaran! Berhentikan semua kereta yg lewat! Periksa dan tahan!”

Perintah itu di ingat benar oleh anak anak resimen itu, nah saat ini kereta yg katanya membawa ” Logistik” sudah dekat. Saat asap kereta mulai jelas terlihat, suasana makin tegang. Anak anak TKR yang berada paling dekat dengan kereta juga makin berkeringat bukan hanya panas! Tapi memang meraka sudah tak sabar!….

Saat kereta sudah terlihat….tiba tiba dari semak belukar kiri kanan kereta keluar secara serentak dan berlari mendekati kereta, dari depan rel ada satu orang memakai seragam kereta api membawa bendera merah! Sembari meniup pluit dengan keras berulang ulang!…. tanda meminta agar kereta berhenti!….

Sedang di dalam kereta sendiri suasana tak kalah gaduh!…. dari dalam mereka sudah melihat mereka di kepung! Ya tak ada jalan keluar semua tertutup! Kecuali mereka harus menerobos !….

Dor!!!…

Suara letusan pistol! Jelas dari dalam kereta! Lalu di balas tembakan dari luar kereta! Tembak menembak sengit! Dalam beberapa saat terjadi…. sampai akhirnya mereda…..dan kereta api terasa melambat lalu berhenti!

Tak lama terdengar suara seruan dalam bahasa Inggris……

” All off you!….get out! You are in Indonesian territory!”

Ya kereta api sudah di kepung rapat! Sekeliling kereta sudah di penuhi pemuda dengan senjata siap tembak!

Itu anak anak Resimen Tjikampek yang memang sudah mendapat perintah untuk menghentikan dan memeriksa tiap kereta yg lewat!

Saat satu persatu personel tentara Inggris turun seraya mengangkat tangan dan membuang senjata mereka, mereka di jajarkan di pinggir rel lalu di perintah jalan ke arah stasiun Tjikampek.

Lalu anggota TKR dari Resimen Tjikampek memeriksa semua gerbong dengan teliti sampai akhirnya mereka menemukan bukti bahwa kereta itu tidak hanya membawa logistik tapi juga peluru! Ini jelas pelanggaran.

Sesuai perjanjian antara tentara Sekitu dan Pemerintah Indonesia, sekutu hanya boleh membawa logistik untuk tentara dan interniran yg ada di Bandung dan keberangkatan kereta harus di sertai surat pass dari menteri pertahanan juga sepengetahuan kantor penghubung Tentara Jakarta di jalan Cilacap!

Saat di geledah terbukti meraka membawa peluru jelas pelanggaran dan di laporkan pada komandan Resimen.

Moefreni Moe’min segera memerintahkan membongkar semua barang yg di angkut kereta tersebut dan membagi bagi kepada penduduk sekitar Tjikampek sedang peluru di rampas dan di bagi bagi pada para pasukan.

Dalam tembak menembak itu dari pihak Inggris tewas lebih dari 5 orang sedang dari pihak resimen Tjikampek 2 orang terluka.

Saat membagi bagi barang rampasan itu sang kepala Staff Resimen yakni Mayor Soeroto Koento berujar pada atasannya….

” Amir pasti marah ni…. tapi ini bukti mereka mau mengakali kita Pak!”….

Pak Moefreni hanya diam, belakangan memang menteri pertahanan Mr. Amir Syarifudin marah marah pada komandan resimen Tjikampek ini dan bilang bahwa resiko nya Tjikampek akan di bombardir Inggris..

“……sudah biasa Pak, mereka (Inggris red) bahkan sudah membom kami tiap hari Pak! sampai ke krawang!”

Jawab sang komandan Resimen itu kalem saat dia menolak mengembalikan barang barang yg telah mereka rampas dari kereta….

Sumber wawancara pak Moefreni dengan ANRI 1984

Oleh Beny Rusmawan 

Dapatkan 2 buah buku penelitian Feni Efendi tentang PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI):

Jejak yang Terlupakan

Judul Buku: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Genre: Catatan Perjalanan

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Selendang Ibu Perdana Menteri

Judul Buku: SELENDANG IBU PERDANA MENTERI

Genre: buku puisi PDRI

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

Tentang Penulis: Feni Efendi

Gambar Gravatar
Feni Efendi lahir 20 Juli 1984 di Tiakar Kota Payakumbuh. Menamatkan pendidikannya di SD N 06 Balai Nan Tuo Tiakar Payakumbuh (1997), SLTP Negeri 5 Payakumbuh (2000), SMK Taman Siswa Payakumbuh jurusan Elektronika Komunikasi (2003). Ia menulis catatan perjalanan, sejarah, puisi dan juga sebagai blogger, copywriter dan youtuber. Buku puisinya berjudul SELENDANG IBU PERDANA MENTERI dan buku catatan perjalanan sejarahnya berjudul JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah. Bukunya bisa dipesan melalui kontak WA 0812-6772-7161. Ia tinggal di Limapuluh Kota Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.