Pidato Tersingkat Bung Karno Dalam Sejarah Di Lapangan Ikada

oleh -15 views
Pidato Tersingkat Bung Karno Dalam Sejarah Di Lapangan Ikada
Erie Sadewo

TRAVESIA.CO.ID – Menyambut Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945. “Ini penting sekali Bung, tidak usah Bung Karno mengadakan pidato yang berkobar-kobar dan panjang lebar asal Bung Karno dilihat oleh rakyat, sehingga kelihatan bahwa kita menyatakan diri merdeka, betul-betul ada suatu kejadian yang membuktikan kepada dunia luar atau dunia internasional bahwa ada Presiden, ada rakyat, ada wilayah yang tunduk pada Pemerintah dari mendukung Pemerintah ” kat Erie Sadewo, 19 September 1945.

Ucapan pemuda Erie Sudewo yang kelak menjadi Rektor Universitas Airlangga pada Bung Karno sesaat akan memasuki mobil menuju lapangan ikada. Setelah dibisiki Erie Sudewo Bung Karno kemudian Menjawab. “Oke tapi kalian yang harus menjamin!”

“Oke. kita menjamin tidak akan terjadi apa-apa!” Jawab Erie Sudewo tegas.

Akhirnya Bung Karno masuk mobil dan membawa ke Lapangan Ikada dimana rakyat sudah menunggu dari pagi

Kelak tercatat bahwa pidato Bung Karno yang paling singkat dalam sejarah ya pidato saat rapat raksasa IKADA tanggal 19 September 1945.

Sumber Buku Samudra Merah Putih

Oleh Beny Rusmawan 

Dapatkan 2 buah buku penelitian Feni Efendi tentang PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI):

Jejak yang Terlupakan

Judul Buku: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Genre: Catatan Perjalanan

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Selendang Ibu Perdana Menteri

Judul Buku: SELENDANG IBU PERDANA MENTERI

Genre: buku puisi PDRI

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

Tentang Penulis: Feni Efendi

Gambar Gravatar
Feni Efendi lahir 20 Juli 1984 di Tiakar Kota Payakumbuh. Menamatkan pendidikannya di SD N 06 Balai Nan Tuo Tiakar Payakumbuh (1997), SLTP Negeri 5 Payakumbuh (2000), SMK Taman Siswa Payakumbuh jurusan Elektronika Komunikasi (2003). Ia menulis catatan perjalanan, sejarah, puisi dan juga sebagai blogger, copywriter dan youtuber. Buku puisinya berjudul SELENDANG IBU PERDANA MENTERI dan buku catatan perjalanan sejarahnya berjudul JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah. Bukunya bisa dipesan melalui kontak WA 0812-6772-7161. Ia tinggal di Limapuluh Kota Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.