Penduduk Menonton Perang Prajurit Republik Dengan Belanda

Penduduk Menonton PERANG Prajurit Republik Dengan Belanda

Penduduk Menonton PERANG Prajurit Republik Dengan Belanda

TRAVESIA.CO.ID – Pasukan Resimen Tjikampek menunggu dengan sabar detik kedatangan kereta api dari Jakarta. Makin siang makin terik saja panas matahari di atas kota perjuangan Tjikampek ini tapi dengan sabar anak anak TKR menunggu. Kabar dari Jakarta bahwa Sekutu tak hanya membawa makanan dan obat dalam gerbong kereta sudah di dengar oleh Resimen Tjikampek pagi tadi, pak Moefreni Moe’mien memerintahkan anak buahnya bersiap untuk menghadang kereta yang membawa logistik tentara Sekutu tersebut, karena mata mata republik menandai kereta itu tak hanya berisi obat dan makanan tapi juga amunisi dan senjata jelas ini pelanggaran.

Semua bersiap! Rakyat bahkan sudah di beritahu agar tak memasuki wilayah stasiun karena akan ada perang. Sampai waktu yang di tunggu tiba dari jauh terdengar suara Pluit kereta yang di tunggu. Anak anak resimen Tjikampek sudah gatal dan berkeringat, namun para komandan masih berusaha menahan emosi geram anak buah mereka, sudah dari pagi mereka bersiap di sekeliling rel di luar stasiun Tjikampek, senjata sudah siap tembak!

Saat kereta mendekati 50 meter stasiun Tjikampek, salah satu sersan TKR keluar dari rimbunan semak di samping rel dan mengibarkan saputangan putih dari arah kereta api terlihat 7 atau 8 serdadu Sigh dan India duduk di depan gerbong dan salah satu dari mereka membalas lambaian bendera putih TKR dengan bendera putih juga terlihat awal yang damai walau anak anak resimen Tjikampek masih harus waspada.

Saat dilihat aman oleh sang sersan TKR, ia mendekati kereta, tapi baru beberapa langkah tiba tiba. Doorr! Kaget si sersan TKR! Seraya merebahkan diri menghindari peluru yang berdesing di atasnya. Tanpa di komando lagi anak anak resimen Tjikampek membalas tembakan dari arah kereta. Sengit kontak tembak itu karena seluruh anggota resimen Tjikampek terlibat, sedang dari dalam kereta balasan tembakan tak lama, sebelum akhirnya tembakan terhenti. Terlihat 7 orang Sigh dan India di gerbong depan tewas 4 orang India lari namun akhirnya malah tewas dibantai penduduk Tjikampek yang rupanya “menonton” perang itu dari pinggir stasiun. Sisanya ditawan anak anak resimen Tjikampek.

Semua gerbong di sita dan hasilnya dibagi bagi warga dan laskar. Yang membuat kaget pak Moefreni Moe’mien sebagai komandan adalah bahwa perang mereka di tonton warga! Ini berbahaya namun menurut anak buahnya mereka tak bisa berbuat apa apa. “Itu kemauan penduduk pak, mau lihat tentara kita perang, gitu kata mereka” jawab ajudan sang komandan. Pak Moefreni hanya bisa geleng-geleng kepala, untung tak ada korban dari penduduk. Peristiwa ini sempat membuat Letkol Moefreni Moe’mien di maki maki Mentri Pertahanan Amir Syarifudin cuma di jawab santai oleh sang komandan bahwa TKR siap terima resiko.

Sumber buku Di Tepi Kali Bekasi dan buku pak Moefreni Moe’mien

Beny Rusmawan

Dapatkan 2 buah buku penelitian Feni Efendi tentang PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI):

Jejak yang Terlupakan

Judul Buku: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Genre: Catatan Perjalanan

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Selendang Ibu Perdana Menteri

Judul Buku: SELENDANG IBU PERDANA MENTERI

Genre: buku puisi PDRI

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

Leave a reply "Penduduk Menonton Perang Prajurit Republik Dengan Belanda"