Kyai Ahmad Dahlan Didebat, Kyai Dari Dari Magelang Ke Jogja Naik Apa?

oleh -10 views
Kyai Ahmad Dahlan Didebat, Kyai Dari Dari Magelang Ke Jogja Naik Apa
Kyai Ahmad Dahlan
Kyai Ahmad Dahlan Didebat, Kyai Dari Dari Magelang Ke Jogja Naik Apa
Kyai Ahmad Dahlan

TRAVESIA.CO.ID – Saat Kyai Haji Ahmad Dahlan mendirikan Madrasah Diniyah pertama kali, kelompok Kyai dan Ulama maupun umat Islam Jogja geger. Sampai-sampai seorang Kyai Besar dari Magelang datang tiba tiba menengok sekolah Ahmad Dahlan itu.

“Kamu tahu apa itu Madrasah Diniyah Islam Dahlan?” Tanya Kyai dari Magelang itu.

“Nggeh Kyai, jika saya tak tahu tak untuk apa saya mendirikan Madrasah Diniah Islam”.

Jawab Kyai Haji Ahmad Dahlan, “Kalau tahu kenapa masih memakai barang barang kafir buat Madrasah?” tukas sang Kyai dari Magelang.

“Nuwun sewu Kyai yang mana barang barang kafir itu?” Seraya melihat sekeliling ruangan Madrasah itu Kyai Haji Ahmad Dahlan balik bertanya.

Kyai dari Magelang itu lalu mengelilingi isi Madrasah yang dibuka Kyai Haji Ahmad Dahlan seraya menunjuk papan tulis, meja, kursi dan kapur. Lalu terakhir ia mengangkat biola milik Kyai Haji Ahmad Dahlan.

“Ini semua buatan kafir,” seraya mata sang Kyai dari Magelang itu menatap tajam Ahmad Dahlan.

“Nuwun sewu Kyai, Kyai dari Magelang ke Jogja naik apa, apa jalan kaki?” Tanya Kyai Haji Ahmad Dahlan pada Kyai dari Magelang itu.

“Oh aku bukan orang bodoh yang mau menyiksa diri dengan berjalan kaki dari Magelang ke Jogja” Jawab Kyai dari Magelang itu seraya tersenyum.

“Lalu naik apa Kyai?” lanjut pertanyaan Kyai Haji Ahmad Dahlan pada sang Kyai tadi.

“Ya naik kereta!” Jawab Kyai tersebut.

“Kalau begitu hanya orang bodoh yang bilang bahwa Madrasah saya ini kafir”

Pelan Kyai Haji Ahmad Dahlan mengulas, Kyai dari Magelang itu melotot seraya hendak berujar,

“Maksud sampeyan apa?” Nada marah sang Kyai dari Magelang itu pada Ahmad Dahlan.

“Bukankah kereta itu buatan kafir Kyai” Tukas Kyai Haji Ahmad Dahlan pada Kyai dari Magelang itu.

Sedang yang diajak bicara tak bisa lagi menjawab karena mukanya sudah berubah menjadi merah karena malu. Murid murid Kyai Haji Ahmad Dahlan yang menyaksikan dialog tersebut hanya berusaha menahan tawa. Lalu Kyai dari Magelang itu pulang tanpa pamit pada Kyai Haji Ahmad Dahlan. Sekedar mengingatkan kisah awal Muhammadiah didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan.

Beny Rusmawan

Dapatkan 2 buah buku penelitian Feni Efendi tentang PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI):

Jejak yang Terlupakan

Judul Buku: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Genre: Catatan Perjalanan

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Selendang Ibu Perdana Menteri

Judul Buku: SELENDANG IBU PERDANA MENTERI

Genre: buku puisi PDRI

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

Tentang Penulis: Feni Efendi

Gambar Gravatar
Feni Efendi lahir 20 Juli 1984 di Tiakar Kota Payakumbuh. Menamatkan pendidikannya di SD N 06 Balai Nan Tuo Tiakar Payakumbuh (1997), SLTP Negeri 5 Payakumbuh (2000), SMK Taman Siswa Payakumbuh jurusan Elektronika Komunikasi (2003). Ia menulis catatan perjalanan, sejarah, puisi dan juga sebagai blogger, copywriter dan youtuber. Buku puisinya berjudul SELENDANG IBU PERDANA MENTERI dan buku catatan perjalanan sejarahnya berjudul JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah. Bukunya bisa dipesan melalui kontak WA 0812-6772-7161. Ia tinggal di Limapuluh Kota Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.