PERISTIWA PDRI DI BATUSANGKAR/TANAH DATAR

2 comments 65 views

Belanda Menyerang Batusangkar

Masuknya Belanda melalui Singkarak tanggal 19 Desember dan terus ke Padangpanjang pada tanggal 20 Desember maka parajurit republik di Tanah datar telah membangun pos-pos pertahanan yang menghubungkan jalan masuk ke Batusangkar di antaranya jalan masuk dari Solok, Ombilin, Singkarak, Padangpanjang, Baso (Payakumbuh) dan pos pertahanan yang pertama kali digempur Belanda yang jalan masuk dari Ombilin.

Belanda melakukan penyerangan serentak pada pos-pos pertahanan di tanah datar pada tanggal 23 dan 24 Desember yang dihadang oleh pasukan prajurit yang dipimpin oleh Sersan Lebanus. Dan pada tanggal 25 Desember prajurit repunlik mendapat bantuan dua seksi dari Resimen Mayor Kemal Mustafa di Simabur.

Pada tanggal 26 Desember pagi hari prajurit republik menghadapi gempuran pasukan Belanda di Batusangkar. Mendengar gempuran dari belanda ini maka masyarakat dan instansi sipil menyingkir ke luar Batusangkar dan pada hari itu Batusangkar diduduki oleh Belanda.

Prajurit Republik dan Pasukan Kris Pagaruyung Menyerang Belanda

Dengan didudukinya Batusangkar oleh belanda maka rakyat Tanah datar berkumpul untuk membentuk kesatuan perjuangan bernama “Kris Pagaruyung” yang terdiri dari BNPK, tentara, Palang Merah dan berbagai lapisan masyarakat dengan komando pasukan bertempat di Gurun.

Penyerangan ke pos pertahanan Belanda dilakukan pada akhir bulan Desember dengan terlebih dahulu dengan menumbangkan pohon-pohon di jalan-jalan yang akan dilewati oleh pasukan Belanda yang jika diminta bantuan dari luar beserta membuat parit-parit pada pukul 17.30 WIB. Dan pada pukul 18.30 WIB Pasukan Kris Pagaruyung melakukan perjalanan menyerangan ke maskas Belanda melalui tiga jurusan yaitu Lantai Batu, Tanjung dan Pagaruyung.

Dan pada pukul 19.15 WIB ditiuplah terompet sebagai penanda penyerangan ke pos pertahanan Belanda bersama rakyat yang memberi sorak-sorai untuk menyemangati Pasukan Kris untuk mengempur pasukan Belanda. Pukul 20.00 WIB terompet menyerang ditiup lagi untuk memasuki kota dengan diiringi sorakan dari rakyat dan berhasil menduduki pos pertahanan Belanda di Lantai Batu.

Penyerangan terus berlanjut pada pukul 00.00 WIB dengan diiringi sorakan rakyat untuk mendukung Pasukan Kris Pagaruyung . Dan setelah itu rakyat bertebaran di pasar-pasar dan toko-toko di tengah kota tidak ada yang dijarah sebagaimana umumnya peristiwa perang. Dan besok harinya Pasukan Kris Pagaruyung dan masyarakat menyingkir dari Batusangkar sekitar jam 10.00 WIB. Dan dari pertempuran semalam gugur seorang sersan kader, 4 BPNK dan puluhan rakyat lainnya.

Menyerang Belanda di Sungai Jambu dan Sikaladi

Pada tanggal 9 Meret 1949 pasukan republik bertemu dengan pasukan Belanda yang sama-sama sedang patroli sehingga menimbulkan pertempuran yang sengit. Dalam bertempuran itu Letnan II Marah Julius (Atom) dari Batalyon Kurandji wafat dan 5 orang tewas dari pihak Belanda. Dan sebelum pertemuran ini marah Julus Atom baru saja menghadiri pertemuan dengan Kapten Sjoeib di Sungai Patai untuk membahas serangan dan tentang berbekalan untuk front Tanah Datar.

Sedangkan pasukan Tundra (Tentara untuk Negara dan Rakyat Agama) dibentuk oleh Letnan Rasyidin Rasyid yang berkedudukan di batusangkar bagian selatan dengan 70 orang pasukan. Dan pada awal Maret 1949 saat pasukan Tundra  mengambil posisi di sisi bukit di tepi jalan raya di Sungai Jambu dengan 30 orang pasukan bersenjatakan senapan mesin ringan, karaben, granat tangan dan stengun menghadang konvoi pasukan Belanda pukul 06.30 WIB sekitar 5 buah kendaraan. Dalam pertempuran itu ada beberapa orang prajurit Belanda yang tewas dan sedangakn pasukan Tundra yang seoarang yang pahanya tertembus peluru.

Masih di wilayah kecamatan Pariangan, pasukan republik juga menghadang konvoi-konvoi pasukan Belanda yang datang dari Padangpanjang ketika terjadi serentak di Batusangkar yang dipimpin oleh Letnan Sukardiman. Dalam pertempuran ini Belanda mengalami kekalahan dengan 3 tiga truk tentara yang diisi oleh prajurit Belanda dihancurkan. Dan di sini juga Letnan Sukardiman gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa yang hendak menghancurkan sebuah tank Belanda dan beliau dimakamkan du daerah Paninjauan.

Pertempuran di Paninjauan

Pertempuran prajurit republik dengan pasukan Belanda yang datang dari arah Kuok pada tanggal 31 Maret 1949 dan menembak 4 orang rakyat yang tewas hingga lalu terus ke Padangpanjang. Dan besok harinya Belanda menembaki daerah-daerah di sekeliling Padangpanjang.

Pasukan Belanda dihadang pada tanggal 4 April di Kuok dan Guci sehingga menewaskan seorang prajurit republik. Dan tanggal 5 April Belanda masuk dari Tabu Berair dan Anak Kayu yang membuat 2 orang serdadu Belanda tewas dan 8 orang korban.

Dan pada tanggal 6 April Belanda di Guci menembak dua orang rakyat yang sedang memanen padi dan tanggal 8 April Belanda masuk dari padang lawas dan membakar rumah penduduk . pada tanggal 12 April Belanda masuk dari Anak Kayu dan Paninjuan yang menewaskan prajurit Belanda sebanyak 3 orang.

Pada tanggal 12 mei 1949 Belanda pos pertahanan pasukan republik di paninjauan dengan menambah pasukan baret hijau yang menimbulakn pertempuran yang dahsyat dengan tewasnhya bebrapa orang prajurit Belanda dan 5 orang dari prajurit republik.

Pertempuran di Pandai Sikat

Belanda menyerang Pandai Sikat pada tanggal 8 April Pandai pada tengah hari yang menewaskan 6 orang prajurit Belanda dan 1 prajurit republik dengan pertempuran yang berlangsung dengan sengit.

Pertempuran di Padang Taji

Tanggal 29 April pertempuran Belanda dengan pasukan republik mengakibatkan 8 orang prajutit Belanda tewas. Pertempuran berlangsung pada pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Pertempuran di Guci dan Batu Banyak

Pada tanggal 5 Mei meletus pertempuran antara belanda dengan prajurit republik setelah Belanda menyerang Batu Banyak dan Guci. Dan ketika pasukan musuh terkepung maka bantuan pasukan datang membawa prajurit sebanyak 3 buah truk dan membakar beberapa rumah penduduk dan lalu meneruskan pendudukannya ke Sungai Talang dan Paninjauan.

Besoknya prajurit Belanda kembali ke Batu Banyak dan dihadang oleh prajurit republik yang menewaskan 1 orang pasukan Belanda. Hingga pada 12 Mei Belanda menyerang benteng pertahanan pasukan republik di Paninjauan.

Belanda Menduduki Taluk Tigo Jangko

Pada tanggal 15 Juni belanda menduduki Taluk Tigo Jangko dengan terlebih dahulu mengalami pertempuran dengan pasukan republik. Pasukan Belanda menggempur Taluak  dengan pesawat Mustang. Dan pada tanggal 5 Juli Belanda kembali menggempur dari udara dengan menembaki dan membom Taluk.

Belanda Menyerang Sungai Tarab

Pada bulan Desember 1948 dalam agresi militer kedua Sungai Tarab doiserang oleh pasukan Belanda pada pukul 16.00 WIB dengan tujuan menghancurkan Markas Komando Pertempura di Kumango. Pasukan prajurit republik dipimpin oleh Sersan marzuki Erman yang dapat memukul mundur prajurit Belanda untuk kembali ke Batusangkar.

Belanda Menyerang Tabek Patah

Ketika diangkatnya Sidi Bakarudin menjadi Bupati Milter Tanah Datar yang bertempat di Tabek Patah maka Belanda pun menyerang tabek Patah pada dengan menerobos pos pertahanan prajurit republik di Salimpaung yang dipimpin oleh Komandan Sersan Mayor Marzuki Erman. Dan pada pukul 13.00 WIb akhirnya Belanda berhasil menduduki Tabek Patah setelah bertahan selama setengah jam. Dan pada pukul 19.00 WIB Tabek patah kembali diserang oleh prajurit republik yang dipimpin oleh Letnan II A. Gani dan didampingi oleh Letnan I T.M. Jusuf Indera dan pasukan Belanda pun meninggalkan tempat tersebut.

Belanda Dihadang di Sumanik

Ketika belanda melakukan penggeledahan di Salimpaung maka belanda menciduk seorang penduduk untuk menunjuk jalan. Dan ketika tiba di Sumanik di sebuah penurunan yang bernama Tebingluak maka pasukan belanda dihadang oleh prajurit republik. Sebuah truk pasukan Belanda masuk sawah dan 5 orang prajut Belanda tewas dan penduduk yang menjadi penunjuk jalan tewas ditembak.

Pada bulan april pasukan Belanda kembali dicegat oleh pasukan republik di sebuah tanjakan di Kubang Gadang ketika dari arah Sungai Tarab yang dipimpin oleh Amir Sunaryo. Pasukan republik menembak Belanda dari atas tebing dan banyak korban dari pihak Belanda berjatuhan. Dan belanda pun melampiaskan amarahnya dengan menembah seorang perempuan yang sedang di ladang dan 4 orang dengan mata tertutup ketika sampai pasar Sumanik.

Feni Efendi, Payakumbuh, 2017

HP/WA 081267727161

  1. author

    gadis pemalu2 months ago

    tanah datar kurindu

    Reply
  2. author

    asyik libur2 months ago

    libur asyik

    Reply

Leave a reply "PERISTIWA PDRI DI BATUSANGKAR/TANAH DATAR"