PERISTIWA PDRI DI RIAU

1 comment 18 views

Pekanbaru Diserang Oleh Belanda

Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda menyerang gudang AURi di Lapangan Udara Simpang Tiga pada pukul 10.00 WIB. Dan Letnan Kolonel Hasan Basri sebagai Komandan Sub. Teritorial Riau memerintahkan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Dan pada tanggal 22 Desemebr pukul 20.00 WIB Simpang Tiga kembali dobom oleh pesawat-pesawat Belanda dengan tujuan untuk menghancurkan pemancar AURI namun radio pemancar tersebut telah dipindahkan.

Pada tanggal 29 Desember 1948 kota Pekanbaru dibumihanguskan  dan prajurit republik mengambil markas di Taratak Buluh. Dan Belanda memasuki Pekanbaru pada tanggal 31 Desember pada pagi hari dengan mendapatkan perlawanan yang sengit dari prajurit republik. Belanda berhasil menduduki Pekanbaru pada tanggal 1 Januari 1949 dan rakyat pun mengungsi ke pinggiran kota.

Bangkinang Dibom Oleh Belanda

Pada tanggal 26 Desember Belanda melakukan penyerangan ke Bangkinang dengan bom dan mitraliur dari pesawat udara. Dan saat itu Bangkinang telah didatangi oleh rombongan PDRI sehari sebelumnya pada pukul 17.00 WIB.

Rantau Berangin Diduduki Belanda

Belanda menduduki Rantau Berangin pada tanggal 29 desember

Belanda Menyerang Teluk Kuantan

Belanda mencari rombongan PDRi di Teluk Kuantan dengan menembak setiap kendaraan yang terlihat di jalan melalui pesawat tempur pada tanggal 29 Desember di malam hari.

Pertempuran di Indragiri

Pertempuran melawan pasukan Belanda dipimpin oleh Letnan I Royak (Singa Perairan Indragiri) dan Letnan I H. Moh. Ajmin (Harimau Lagos) serta Sersan Mayor Lego dan Letnan Muda Wiyono.

Pertempuran di Tembilahan

Tembilahan diduduki Belanda pada tanggal 4 januari 1949 setelah diserang oleh Belanda dari darat maupun udara. Dan ada hari itu rakyat di Tembilan mengungsi ke daerah pinggiran. Dan pada tanggal 28 Januari 1949 pada pukul 03.00 bergerak dari Batang Tuaka memalui Pekan Rabaa dan pukul 06.00 WIB telah masuk ke Tambilahan dan menyerang pos pertahanan Belanda. Lalu pada pukul 09.00 WIB pasukan republik mundur ke Pekan Rabaa sambil melakukan oprasi bumi hangus.

Pada awal Februari di Perigiraja prajurit republik menggempur pasukan Belanda selama satu jam dari pukul 06.00 WIB dan berhatuhan korban di kedua belah pihak.

Pada tanggal 21 Februari 1949 Tembilahan diserbu lagi oleh pasukan republik bersama rakyat dengan senjata seadanya seperti golok dan membuat pasukan belanda terpukul mundur ke kapal. Dan pada tanggal 24 Februari pos pertahanan Belanda kembali diserang pada pukul 03.00 WIB hingga 12.00 WIB yang mengakibatkan prajurit republik mengalami gugur 2 orang dan 15 orang hilang.

Pada tanggal 27 Februari pos pertahanan Belanda kembali digempur oleh pasukan repubik pada pukul 02.00 WIB dan sampai pukul 07.00 WIB. Dan pada tanggal 12 Maret kembali menyerang Tembilan pada pukul 04.00 WIB sampai 07.00 WIB.

Pada tanggal 16 Februari pasukan republik menyerang Sungai Luar yang terletak 7 km dari Tembilahan dan membuat pasukan belanda terpukul mundur. Dan pada tanggal 17 Februari Sungai Luar dilakukan operasi bumi hangus.

Tanggal 4 Maret pasukan Belanda mendaratkan pasukannya di Sungai Raya dan menangkap 5 orang rakyat. Dan tanggal 15 Maret Belanda melakukan patroli besar-besaran di Tembilahan. Dan tanggal 16 pasukan republik jga melakukan patroli sehingga terjadi pertempuran selama satu jam dengan pasukan Belanda di Sungai Salak yang dipimpin oleh Sersan Lego dan pada siang harinya pertempuran kembali berlangsung yang mengakibatkan tewasnya 4 orang pasukan Belanda. Dan pada tanggal 17 Maret paskan Belanda menyamar menjadi pasukan republik do Sebatu dan menculik anak dan istri Tembilahan.

Pertempuran Melawan Belanda di  Tanah Merah

Belanda melakukan serangan ke Kuala Enok pada pukul 10.00 WIB dengan menggunakan sebuah kapal motor patroli yang mengakibatkan 2 orang prajurit Belanda tewas pada anggal 21 Januari 1949. Dan tanggal 24 Januari pasukan Belanda kembali menyerang Kuala Enok pada pukul 04.00 WIB yang mengakibatkan seorang komandan prajurit repulik gugur dan malamnya melakukan serangan balik sehingga pasukan Belanda terpukul mjundur untuk kembali ke kapal.

Pada tanggal 4 Maret di Sungai Laut pasukan republik menangkap 10 orang kaki tangan Belanda yang disuruh untuk melakukan huru-hara agar orang-orang Cina mengungsi ke tempat Belanda. Dan tanggal 14 Maret pasukan Belanda mendarat di Kuala Enok dan terjadlah pertempuran dengan pasukan republik sehingga Belanda kembali mundur ke kapal dan mengambil tongkang rakyat yang membawa 20 kopra.

Pertempuran Menyerang Belanda di Sapat

Pada tanggal 17 Maret pasukan republik bersama rakyat menyerang pos pertahanan Belanda di Sapat yang dipimpin oleh Sersan Jamaludin pada pukul 02.00 WIB – 09.00 WIB.

Belanda Menduduki Junjangan

Sebelum Belanda menduduki Junjangan pada tanggal 5 April tempat ini terlebih dahulu telah dikosongkan oleh rakyat dan prajurit republik.

Pertempuran di Pulau Kijang

Pertempuran terjadi pada tanggal 17 Februari 1949 di Pulau Kijang.

Feni Efendi, Payakumbuh, 2017

Hp/WA 081267727161

  1. author

    sintia1 month ago

    pekanbaru kota kenangan

    Reply

Leave a reply "PERISTIWA PDRI DI RIAU"