Perjalanan ke Kerajaan Gunung Sahilan di Kampar Kiri Riau

Perjalanan ke Kerajaan Gunung Sahilan(1)

Perjalanan ke Kerajaan Gunung Sahilan

TRAVESIA – Gunung Sahilan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia dengan ibu kota kecamatan adalah Gunung Sahilan dan di desa ini terdapat sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Darrusalam.

Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan biasanya rakyat Gunung Sahilan mengadakan mandi balimau bakasai yang mana hal ini akan selalu dilakukan setiap tahunnya yang dihadiri oleh ninik mamak cerdik pandai kenegerian Gunung Sahilan seperti halnya tahun-tahun sebelumnya.

Ninik mamak dari masing-masing suku seperti suku piliang, caniago, domo, patopang, mendahiling, melayu darat, melayu palokoto dan seluruh warga Gunung Sahilan sengaja berkumpul di Kerajaan Gunung Sahilan yang letaknya tepat berada di desa Gunung Sahilan yang berada di Koto Dalam. Mereka sengaja berkumpul di istana kerajaan untuk berbincang-bincang, bermaaf-maafan dan bersiap untuk berangkat beramai-ramai ke Sungai Kampar diiringi dengan rebana yang pemainnya tak lain dan tak bukan group rebana setempat dan juga gendang gong yang di mainkan oleh sebagian warga. Sesampainya di Sungai Kampar mereka di sambut dengan nyanyian khas Gunung Sahilan dan dilanjutkan dengan acara inti yaitu Mandi Balimau yang di pimpin oleh seluruh ninik mamak.

Gun adalah sebuah tempat di mana rakyat gunung sahilan merayakan hari kemenangan pada setiap tahunnya. Sebelum masyarakat berkumpul di Gun terlebih dahulu mereka berkumpul di Rumah Sompu. Rumah Sompu adalah sebuah bangunan tempat berkumpulnya masing-masing suku untuk bermaaf-maafan kepada masing-masing ninik mamak, sekaligus untuk membicarakan bagaimana nasib suku tersebut selanjutnya seperti membicarakan tanah soko dan perincian uang soko, sekaligus menjalin tali silaturahmi antara anak cucu ninik mamak serta sanak saudara yang tinggal di luar Gunung Sahilan.

Sebelum ninik mamak dari perwakilan suku melangkahkan kaki ke Gun yang terlebih dahulu mereka menjemput ninik mamak yang lain secara berurutan ke Rumah Sompu masing-masing. Setelah berkumpul barulah mereka berarak menuju Gun dan disambut dengan tepung tawar dan tanpa ragu-ragu salah satu dari keturunan raja menggunting pita sebagai tanda acara akan di mulai. Setelah itu mereka di persilahkan duduk di tempat khusus yang telah di sediakan oleh panitia dan di sambut dengan tari persembahan. Setelah itu salah satu dari warga menghidupkan meriam (maiduin lelo) tanda acara inti dimulai dan dilanjutkan dengan acara hiburan seperti silat dll dengan ditutup dengan tarian.

Leave a reply "Perjalanan ke Kerajaan Gunung Sahilan di Kampar Kiri Riau"