Panglima Soedirman Tidak Mau Ke Jakarta Sebelum Tuntutan Dikabulkan Belanda

Panglima Soedirman Tidak Mau Ke Jakarta Sebelum Tuntutan Dikabulkan Belanda

Panglima Soedirman Tidak Mau Ke Jakarta Sebelum Tuntutan Dikabulkan Belanda

TRAVESIA.CO.ID – “Saya tidak mau ke Jakarta kalau kehormatan tidak diberikan sebagaimana layaknya Seorang Panglima Besar dari Negara yang berdaulat dan merdeka” (Soedirman)

Kisah saat Panglima Besar Soedirman marah karena diperlakukan tidak hormat! Tanggal 20 Oktober 1946 dengan Kereta Api Luar Biasa (KLB) Panglima Besar Soedirman Dan Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo bertolak dari Jogjakarta menuju Jakarta dalam rangka untuk menghadiri gencatan Senjata.

Berita Kedatangan Panglima Besar Soedirman ke Ibukota, menggelorakan rakyat di Jakarta, yang berkeinginan untuk melihat sendiri dari dekat Panglima Besarnya hingga belaka berduyun- duyun pergi ke Stasiun Gambir.

Sekian lama di tunggu tapi kereta luar biasa yang membawa Panglima ini tak kunjung datang, usut punya usut rupanya ada kejadian yang tidak mengenakan terjadi. Sekitar jam 10.00 pagi kereta yang membawa pak Dirman memasuki stasiun Klender.

Saat itu Stasiun Klender adalah batas wilayah Jakarta dengan luar kota. Kereta berhenti seperti biasa. Saat itu tentara Belanda memeriksa semua kereta yang masuk tidak terkecuali KLB yang membawa pak Dirman.

Melihat rombongan Panglima Besar membawa pasukan pengawal berjumlah 1 pleton, Komandan Pasukan Belanda di stasiun Klender meminta agar semua senjata ditinggalkan di stasiun baru rombongan itu boleh masuk kota.

Sempat terjadi ketegangan antara pasukan pengawal pak Dirman dengan pasukan Belanda, masing masing sudah kokang senjata dan mengunci sasaran. Tak ada rasa takut pada anak anak pengawal pak Dirman ini. Sampai akhirnyanya saling debat belum selesai, Pak Dirman akhirnya mengeluarkan perintah.

” Tidak’…Tidak!..bisa begitu! Kita kembali ke Yogya saja kalau pengawal saya tidak boleh pakai senjata! Ini Pelanggaran Kehormatan terhadap Panglima Besar dan Negara! Saya tidak mau Ke Jakarta kalau Kehormatan tidak diberikan sebagaimana layaknya Seorang Panglima Besar dari Negara yang berdaulat dan merdeka!

Pelan tapi tegas ucapan pak Dirman. Semua terdiam tak ada yg berani menyahut. ” Kita kembali saja!” perintah pak Dirman lagi. Kereta Api Luar Biasa (KLB) diperintahkan kembali Ke Yogyakarta.

Dalam perjalanan pulang Pak Nimpuno seorang pengawal mendengar ucapan kejengkelan Pak Dirman terhadap sikap dan penerimaan tentara Belanda. “Kok hanya dengan satu pleton TNI saja Belanda sudah takut?”

Sampainya di Cirebon, Belanda kemudian meminta maaf atas Kejadian tersebut dengan mengirim telegram permintaan maaf serta membujuk agar pak Dirman di mohon kembali ke Jakarta. Panglima tidak menggubris permintaan itu dan tetap melanjutkan perjalanan ke Jogjakarta.

Baru beberapa minggu kemudian setelah marah beliau reda, sang Panglima ini mau kembali ke Jakarta sesuai syarat yang beliau minta dan tentu pasukan pengawal yang tak harus lepas senjata.

Beny Rusmawan

Leave a reply "Panglima Soedirman Tidak Mau Ke Jakarta Sebelum Tuntutan Dikabulkan Belanda"