Sanali Komandan Moeda Polisi Anggota Mobile Brigade

Sanali Komandan Moeda Polisi Anggota Mobile Brigade

Sanali Komandan Moeda Polisi Anggota Mobile Brigade

TRAVESIA.CO.ID – Pada tanggal 1 Maret 1949 jam 08.00 wib telah datang Pasukan Belanda di Desa Kandangan yang masuk wilayah Madiun. Pasukan Belanda datang dari dua jurusan yaitu yang pertama dari arah Giringan dengan menelusuri Sungai Catur sedangkan yang kedua dari arah jalan besar lengkap dengan peralatan mobil lapis baja dan senjata Pansernya. Seolah– olah Desa Kandangan Kecamatan Pare dikepung Pasukan Belanda dari segala jurusan.

Kedatangan Pasukan Belanda dari arah Giringan di ketahui oleh seorang kurir kemudian dilaporkan kepada Bapak Mayor Wirato, Kemudian pak Mayor Wirato memberi perintah Pasukan Mobile Brigade beserta rakyat Kandangan untuk melakukan perlawanan dan tidak gentar menghadapi Pasukan Belanda.

Dalam pertempuran melawan Pasukan Belanda agen Polisi Satu Sakip gugur tertembak di kebun kopi Batu. Sedangkan Komandan Muda Sanali tertembak di kaki yang membuatnya tidak bisa berjalan cepat.

Sang Komandan Muda ini di coba sembunyikan oleh mbok Setro seorang penduduk, ia di sembunyikan dalam gulungan tikar di bawah kolong tempat tidur.

Perlawanan sengit dilakukan Brigade Mobile dan penduduk Kandangan rupanya tak sebanding dengan kekuatan Belanda. Setelah posisi yang kian terjepit ini pun membuat perlawanan surut.

Tentara Belanda menyusur kampung mencari sisa anggota Mobile Brigade yang tersisa.

Mbok Sastro rumahnya di geledah, mereka menyiksa perempuan tua tersebut supaya menunjukan dimana ia menyembunyikan pejuang karena mereka sudah curiga.

Komandan Muda Sanali yang sedang di rawat karena luka tembak berusaha disembunyikan mbok Sastro di kolong kasur. Tak tahan dengan perbuatan kasar yang dilakukan tentara Belanda terhadap Mbok Setro ini, Sanali pun berteriak kepada para serdadu Belanda itu.

“Ya, akulah Polisi Indonesia, Tembaklah!”……

Tak lama timah panas para serdadu Belanda itupun menghunjam tubuh yang sudah terkulai karena sakit. Blar! Blar! Blar! Komandan muda itu pun rubuh, mangkat sebagai pahlawan. Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam Monumen Kandangan. Foto tentara Belanda yang melakukan patroli memburu para gerilyawan Republik di daerah Malang, Jawa Timur.

Sumber Buku Pasukan Polisi Istimewa

Beny Rusmawan

Leave a reply "Sanali Komandan Moeda Polisi Anggota Mobile Brigade"