Kapten Samsuar Lumban Tobing Mengajak Berunding dengan DI/TII

Kapten Samsuar Lumban Tobing

Kapten Samsuar Lumban Tobing

TRAVESIA.CO.ID – Batak gagah yang memimpin pertahanan kota Karawang saat agresi militer Belanda 1947 ini justru gugur di tangan bangsanya sendiri! Saat akan mengajak berunding dengan kelompok DI/TII, Tobing sudah tak menyandang senjata.

Tobing mengangkat tangan tanda ia tak bersenjata memang ia datang ke markas DI/TII untuk berunding dalam menghadapi agresi militer Belanda kedua. Namun saat sudah dekat dengan lokasi dimana perundingan akan di lakukan tiba tiba perwira Divisi Siliwangi ini dibacok dari belakang.

Letnan Tobing masih berusaha berlindung walau akhirnya 3 tembakan pistol tepat di kepala orang Batak yang gagah ini mengakhiri hidup perwira muda yang saat itu baru berusia 28 tahun.

Lokasi penembakan di seputar Garut, 1948.

Beny Rusmawan

Dapatkan 2 buah buku penelitian Feni Efendi tentang PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI):

Jejak yang Terlupakan

Judul Buku: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Genre: Catatan Perjalanan

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Selendang Ibu Perdana Menteri

Judul Buku: SELENDANG IBU PERDANA MENTERI

Genre: buku puisi PDRI

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

Leave a reply "Kapten Samsuar Lumban Tobing Mengajak Berunding dengan DI/TII"