Pejuang Dulu Nyawa Taruhannya

No comment 50 views
Pejuang Dulu Nyawa Taruhannya

Pak Edi Somad diberi tanda merah dan kawannya di belakang pak Edi gugur 3 hari kemudian

TRAVESIA.CO.ID – Buat saya menulis hal-hal kecil para pertarung muda saat perang kemerdekaan itu bukan berati saya tak menghargai jasa para diplomat yg juga berjuang di medan “bicara”. Cuma kadang yang orang lupa adalah para pejuang yang dulu berjuang di garis depan adalah orang-orang yang memilih untuk mati!

Karena saat mereka dengan sadar memilih ajang senjata sebagai bakti pada Pertiwi pilihannya hanya satu: ” mati atau selamat dalam pertempuran!”

Karena tak ada ajang bicara dalam pertempuran! Yang ada peluru yang bicara. Banyak pelaku pertempuran yang pernah saya wawancara mereka bilang. “Tiap berangkat bertempur di kepala kita hanya satu apakah kita pulang dengan selamat hari ini atau kawan saya yang tertembak?”

Pak Edy Somad misalnya pernah bercerita bahwa ia ingat bener 3 hari setelah ia di photo di Front Cakung kawannya yang di belakang pak Edy gugur dengan perut robek tersambar peluru besar Belanda di kawasan Cakung. Jadi para pejuang dulu mungkin konyol jika dilihat dari kacamata saat ini namun akan sangat berbeda jika kita membayangkan seperti apa dulu yang mereka hadapi.

Noted: Pak Edi Somad diberi tanda merah dan kawannya di belakang pak Edi gugur 3 hari kemudian.

Beny Rusmawan

Dapatkan 2 buah buku penelitian Feni Efendi tentang PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI):

Jejak yang Terlupakan

Judul Buku: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Genre: Catatan Perjalanan

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

 

Selendang Ibu Perdana Menteri

Judul Buku: SELENDANG IBU PERDANA MENTERI

Genre: buku puisi PDRI

Penerbit: JBS Yogyakarta

Penulis: Feni Efendi

Pemesanan: WA 0812-6772-7161 / HP 0823-8485-2758

Tags:

Leave a reply "Pejuang Dulu Nyawa Taruhannya"