Sekedar Epik, Saat Anak Bangsa Baku Tembak Hanya Karena Politik

Sekedar Epik, Saat Anak Bangsa Baku Tembak Hanya Karena Politik

Saat Anak Bangsa Baku Tembak Hanya Karena Politik

TRAVESIA.CO.ID – Sore makin turun di seputar Tambun, tapi sore menjelang magrib itu pasar yang biasanya ramai orang malah sepi. Dari jalan tanah didepan gedung tinggi yang tepat di depan pasar terlihat gerakan orang menyebar dan bersiaga tentara!

Pasukan Mayor Sambas Admawinata sudah mengepung rapat gedung itu. Gerakan melambung pasukan TKR dari depan, disusul oleh gerakan anak anak TKR Laut pimpinan Mayor M. Hasibuan yang menutup celah belakang Gedung Markas Pusat Perjuangan Timur Jakarta.

Tak ketinggalan laskar-laskar yang masih pro Republik juga mengambil posisi samping gedung yang dulu adalah sebuah Villa yang dimiliki oleh keluarga Khow Van Tamboen ini. Sedang dari dalam gedung itu sepertinya tak menyadari kehadiran pasukan yang mengepung rapat posisi mereka.

Ya orang orang di dalam gedung itu adalah “pasukan merah”, atau pasukan yang berafiliasi politik kiri! Beberapa bulan lalu mereka masih tergabung dalam Persatuan Perjuangan Timur Jakarta namun karena beda pandangan politik, kelompok yang pasukannya mengenakan ikat lengan merah ini memutuskan memisahkan diri dan “berjuang” sesuai garis politiknya.

Pasukan merah ini menguasai gedung markas beberapa hari setelah memisahkan diri, mereka menawan beberapa anggota TKR yang berada dalam gedung dan selanjutnya malah menguasai jalur utama jalan di Tambun.

Kejadian di Bekasi ini di dengar oleh Komandan Resimen V Tjikampek, Moefreni Moe’min yang lalu memerintahkan agar segera mengambil alih gedung tersebut dan memerintahkan Mayor Sambas Admawinata memimpin operasi.

Saat salah satu anggota pasukan merah keluar hendak merokok. Tiba-tiba, “Semua yang di dalam harap menyerah! Kalian sudah dikepung! Suara Mayor Sambas lantang berteriak.

Kaget dan gelagapan! Orang orang yang berada di dalam gedung yang sekarang dikenal sebagai Gedung Juang Tambun ini sebagian keluar dan melepas tembakan! Tak mau mati konyol, anak anak TKR dan yang lain membalas tembakan mereka! Pecah baku tembak antar sesama anak bangsa.

Suara pelor bersahutan sengit! Saling tembak bahkan terdengar sampai tangsi Belanda di bulak kapal. Beberapa orang anggota pasukan merah tewas! Juga dua orang TKR gugur, namun baku tembak masih sengit! Sampai akhirnya dari dalam gedung terdengar seruan menyerah. Dan mereka mengangkat tangan tanpa senjata!

Pertempuran sengit memperebutkan gedung itu selesai jam 21.00 malam dengan korban beberapa anggota pasukan merah tewas dan 2 TKR gugur serta beberapa luka luka. Tawanan dari pihak pasukan merah di bawa ke Tjikampek untuk diintrograsi. Gedung kembali dikuasai oleh pejuang dan TKR lalu sampai tahun 1947 kembali menjadi markas TKR Bekasi

Wawancara ANRI dan Pak Moefreni Moe’mien 1984

Oleh Beny Rusmawan

Leave a reply "Sekedar Epik, Saat Anak Bangsa Baku Tembak Hanya Karena Politik"