Pesawat Avro Anson (RI-003) Dibeli dari Sumbangan Kaum Perempuan Di Bukittinggi

Pesawat Avro Anson (RI-003) Dibeli dari Sumbangan Kaum Perempuan Di Bukittinggi

Pesawat Avro Anson (RI-003) Dibeli dari Sumbangan Kaum Perempuan Di Bukittinggi

TRAVESIA.CO.ID – Kalo anda pikir pesawat Dakota RI-001 Seulawah adalah pesawat Indonesia pertama maka anda salah. Pesawat Avro Anson inilah yang pertama yang dibeli Republik ini. Ini sekelumit kisahnya.

Pada awal kemerdekaan, pengembangan operasi penerbangan TNI AU membutuhkan angkutan udara yang kuat. Maka saat itu pada Desember 1947, pemerintah republik ini membeli pesawat Avro Anson milik bangsawan Australia, H Keegan, dengan nomor registrasi VH-BBY. Pesawat ini dibeli dengan cara barter emas seberat 12 kg sumbangan rakyat Sumatra.

Seperti tertulis dalam buku Sejarah Operasi Penerbangan Indonesia periode 1945-1950 yang diterbitkan Dinas Sejarah TNI AU pesawat ini diterbangkan sendiri oleh pemiliknya dari Songkhla Siam Selatan langsung ke Bukittinggi setelah ada ‘clearance’ dari perwakilan AURI di Singapura. Dengan demikian pesawat itu menjadi milik AU dan nomor registrasi diganti menjadi RI-003.

Beberapa hari setelah pembelian, RI-003 dengan pilot Opsir Udara 1 Iswahjudi telah mengemban misi pertama, yakni pergi ke luar negeri dengan membawa penumpang Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma dan Capt Keegan. Komodor Muda Halim pergi ke luar negeri untuk proyek pengadaan pesawat lain sekaligus mengantar pemilik ke Songkhla.

Pada 14 Desember 1947 pesawat terbang kembali dari Songkhla ke Bukittinggi. Namun sebelum ke Bukittinggi, Komodor Halim bermaksud mampir ke Singapura untuk menghubungi perwakilan RI dalam rangka pengadaan pesawat lain. Nahas, sebelum sampai ke Singapura, RI-003 mengalami kecelakaan di Tanjung Hantu di Semenanjung Malaysiaa karena cuaca buruk.

Waktu itu penerbangan dilakukan sangat rendah untuk menghindari sergapan radar yang selalu mengintai pesawat AURI. Kemungkinan besar RI-003 kecebur laut dengan membawa korban Opsir I Iswahjudi selaku pilot dan Komodor Muda Halim Perdanakusuma sebagai satu-satunya penumpang. Jenazah Komodor Muda Halim ditemukan terdampar di tepi pantai. Sebagai bukti sejarah pesawat ini, berdiri monumen yang terletak di Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang berjarak 5 km dari kota Bukittinggi.

Sumber edisi khusus Majalah Angkasa

Beny Rusmawan

Leave a reply "Pesawat Avro Anson (RI-003) Dibeli dari Sumbangan Kaum Perempuan Di Bukittinggi"