Siapa Sih Paling Berjasa Membangun Jakarta? Rupanya Orang Pantura

Siapa Sih Paling Berjasa Membangun Jakarta

Siapa Sih Paling Berjasa Membangun Jakarta

TRAVESIA.CO.ID Orang-orang Sindang adalah orang-orang asal Desa Sindang Laut, Kecamatan Lemah Abang, Cirebon, Jawa Barat. Desa Sindang Laut terbagai dalam lima blok—Blok Manis, Blok Pahing, Blok Wage, Blok Puhun, dan Blok Kliwon. Seperti halnya sebagian orang Cirebon, orang-orang Sindang fasih berbahasa Sunda dan Jawa karena lokasi desa mereka di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Identik Di Jakarta, orang-orang Sindang sudah lama identik dengan para pekerja penggali tanah, pembersih gorong-gorong dan kali, serta pekerja perbaikan jalan. Itu sebabnya, para pekerja seperti ini disebut sebagai kuli sindang. ”Jadi, walaupun yang jadi penggali tanah bukan orang Sindang, sebutan mereka tetap saja kuli sindang.

Saya tidak tahu sejak kapan penggali tanah disebut kuli sindang,” tutur Kasmadi. Dalam bukunya, Mesjid-mesjid Tua di Jakarta (Jakarta: Yayasan Cipta loka Caraka, 2003), Adolf Heuken SJ menulis, ”Dulu Masjid Luar Batang terletak di sebelah utara tembok kota lama. Lokasi ini sesudah pertengahan abad ke-17 diuruk dan mulai dihuni orang orang Cirebon tahun 1730. Mereka bertugas membersihkan mulut Kali Ciliwung dari lumpur supaya kapal bisa sampai ke Pasar Ikan yang letaknya tak jauh dari masjid ini.” Saat dihubungi, Sabtu (28/5/2011), Heuken menambahkan, orang-orang Cirebon itu didatangkan raja Cirebon atas permintaan pemerintah Hindia Belanda. ”Tidak ada catatan apakah orang-orang Cirebon tersebut berasal dari Desa Sindang Laut,” tuturnya. Menurut dia, orang-orang yang didatangkan ini bukan budak, tetapi pekerja karena mendapat upah. ”Pemerintah Hindia Belanda tidak pernah menjadikan orang-orang Jawa dan Sunda sebagai budak sebab tidak ada perbudakan di kalangan elite Jawa dan Sunda. Yang membangun perbudakan pribumi itu antara lain kalangan elite Bali dan Bugis. Oleh karena itu, budak pribumi, antara lain berasal dari Bali dan Bugis.

Orang-orang Belanda membeli para budak Bali dan Bugis dari para raja Bali dan Bugis,” ujar Heuken. Sejarawan Jakarta, Chandrian Attahiyat, yang dihubungi terpisah, Jumat (27/5/2011), menambahkan, awalnya Batavia dibangun oleh pajak orang-orang China. Dengan pajak tersebut, VOC mengerahkan para pekerja kasar imigran China untuk membangun Batavia. Namun, setelah tahun 1802, nyaris tak ada orang-orang China yang menjadi pekerja kasar. ”Karena kerja keras, ekonomi mereka membaik. Mereka tidak lagi menjadi pekerja kasar, tetapi menjadi pedagang atau perajin,” tuturnya. Posisi orang-orang China digantikan oleh orang-orang pantura. Mereka awalnya berasal dari Tegal, Brebes, dan Cirebon. ”Kakek saya, Wadjad, yang orang Tegal, menjadi kuli sindang. Tahun 1920 ia ikut membangun Stasiun Tanjung Priok dan satu benteng di Ancol, Jakarta Utara. Waktu saya mengadakan penggalian arkeologis di Pulau Onrust tahun 1985-1990, para penggali mengaku berasal dari Brebes. Mereka mengaku, nenek moyang mereka juga melakukan pekerjaan yang sama di Jakarta,” papar Chandrian. Ia menjelaskan, tahun 1802 adalah tahun di mana Gubernur Jenderal Daendels memindahkan pusat kota Batavia dari kawasan Kali Besar, Jakarta Barat, hingga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. ”Puing bangunan kota lama dihancurkan dan dibawa untuk menguruk wilayah Lapangan Banteng. Mereka yang menghancurkan, membawa puing, menguruk, dan menggali adalah para kuli sindang itu,” ungkapnya. Menurut dia, kuli sindang sudah sejak lama berdatangan ke Jakarta karena perjalanan bisa ditempuh lewat darat dan laut. ”Mereka awalnya datang ke Jakarta lewat laut, menyusuri pantai. Tetapi, setelah Daendels membangun Jalan Anyer-Panarukan, para kuli sindang lebih suka lewat darat. ”Kala itu kuli sindang datang ke Jakarta mencari pekerjaan sambil menunggu masa panen tiba. Mereka umumnya petani pantai yang masih memiliki sawah. Menjadi kuli sindang adalah pekerjaan sampingan mereka. Memasuki tahun 2000, orang bekerja sebagai kuli sindang karena terimpit kemiskinan akut,” ucap Chandrian.

Beny Rusmawan via selokartojaya.blogspot.com

Leave a reply "Siapa Sih Paling Berjasa Membangun Jakarta? Rupanya Orang Pantura"