Gubernur Jenderal Van Heutz, Jendral Peletak Dasar Pemerataan Pendidikan Di Hindia Belanda

Gubernur Jenderal Van Heutz, Jendral Peletak Dasar Pemerataan Pendidikan Di Ned. Indie

Gubernur Jenderal Van Heutz, Jendral Peletak Dasar Pemerataan Pendidikan Di Ned. Indie

TRAVESIA.CO.ID – Tidak salah kalau sistem pendidikan kita masih carut marut! Sistem kurikulum yang harusnya bisa dipelajari dan diambil baiknya saja tidak pakai dengan semestinya, malah masih jadi acuan, padahal itu dibuat era Gubernur Jendral Van Limburg Stirum.

Bila Daendels bisa dikatakan Bapak Pendidikan di Nusantara, maka Van Heutz bisa dikatakan Bapak Pembuka Sistem Pendidikan. Van Heutz adalah Gubernur Jenderal terbesar pada masa Hindia Belanda, di masa dialah seluruh Nusantara dijadikan satu jaringan sistem pemerintahan yang tertib dan teratur.

Setelah pidatonya yang terkenal di Lapangan Banteng 10 Mei 1907 tentang kesempurnaan geopolitik di wilayah Hindia Belanda, setelah pidato itu ia mengumpulkan seluruh pembesar Hindia Belanda dan akan melakukan politik pendidikan rakyat, di sini Van Heutz membentuk sistem sekolah desa, sebagai alat pencerdasan rakyat dan memberantas buta huruf, rakyat harus dikenalkan pada dunia baca dan dunia tulis sehingga pikirannya berkembang.

Di masa Van Heutz pula dibicarakan tentang gagasan sekolah peralihan (Schakel School). Disini Van Heutz menerapkan dasar-dasar pedagogi yang secara sistematis mengenalkan dunia aksara dan dunia hitung lewat sistem yang lebih teratur, Van Heutz juga membaca arsip-arsip yang dilaporkan pada masa Daendels dan keinginan Daendels membangun sistem pendidikan modern di Jawa sebagai uji coba sistem pendidikan bagi anak pribumi, Van Heutz juga membaca laporan-laporan tentang perkembangan politik di Parlemen Belanda yang menuntut adanya sistem pendidikan teratur di Hindia Belanda, Parlemen Belanda yang pada waktu itu dikuasai dua kelompok besar : Sosialis dan Liberal menuntut dengan satu suara “Hidupkan Sistem Pendidikan Pribumi”.

Sistem pendidikan yang diteriakan kelompok Van Deventer itu tak pernah sampai ke meja Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sampai Van Heutz membentuk inisiatifnya sendiri membangun sistem pendidikan yang progresif. Apa yang dilakukan Van Heutz ini disempurnakan oleh Idenburg dan lebih sempurna lagi pada masa Van Limburg Stirum dengan memasukkan sistem kurikulum paling teratur dan terintegrasi, sistem kurikulum Van Limburg Stirum sampai sekarang masih digunakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

Sebenarnya sekolah-sekolah modern dibangun di Indonesia sudah ada sejak 1850, hanya saja pembangunannya itu bertahap, seperti sekolah pendidikan (Kweekschool) itu didirikan pada tahun 1852 di Surakarta. Namun seluruhnya belum teratur dan masih dalam rangkaian proses, substansi seluruh sistem pendidikan baru secara serius digarap dan dijadikan pedoman pedagogis pada tahun 1918 pada masa Van Limburg Stirum ini.

Kesempurnaan seluruh entitas pendidikan terjadi pada tahun 1918. Di Hindia Belanda sudah ada pendidikan kejuruan yang amat efektif seperti sekolah dagang (handels onderweijs), sekolah pertanian (landbouw onderweijs), sekolah pertukangan (amaatsch leergang) dan sekolah pertukangan berbahasa Belanda (Ambaatchsschool).

Beny Rusmawan

Leave a reply "Gubernur Jenderal Van Heutz, Jendral Peletak Dasar Pemerataan Pendidikan Di Hindia Belanda"