Jahja Datok Kajo, Orang Inlander Pertama Di Volksraad Yang Menggunakan Bahasa Indonesia

Jahja Datok Kajo, Orang Inlander Pertama Di Volksraad Yang Menggunakan Bahasa Indonesia

Jahja Datok Kajo, Orang Inlander Pertama Di Volksraad Yang Menggunakan Bahasa Indonesia

TRAVESIA.CO.ID – “Saya berharap kepada tuan tuan yang hadir dalam Dewan Rakyat ini mau menyela pembicaraan saya, dengan hormat saya minta supaja dilakukan dengan bahasa melayu….. “

Semua yang hadir di Dewan Rakyat (volksraad) terhanyak! Semua gaduh tak lagi hanya berbisik seperti saat pidato pertama orang itu pada tgl 16 Juni 1927. Apalagi para anggota Volksraad asli Belanda, sampai ada beberapa anggota dewan rakyat bentukan Belanda itu maju merangsak ke depan memperotes! Sebagian lagi tercenung dan hanya memandang pada orang yang sedang pidato di atas mimbar Dewan Rakyat tesebut.

Berani sekali orang itu.  Apapula ilmunya? Hingga berani menggunakan bahasa yang bukan umum di gunakan dalam sidang wakil rakyat tersebut? Ya orang yang Berani tidak umum itu adalah Jahja Datoek Kajo, anggota volksraad mewakili Minangkabau.

Jahja Datoek Kajo adalah “inlander” anggota volksraad “pertama “ yang menggunakan bahasa Melayu (sebagai bahasa Ibu untuk Bahasa Indonesia) dalam Pidatonya di Dewan Rakyat Hindia Belanda dan beliau adalah ayah dari komadan BKR Tangerang Daan Yahya”.

Di sadur dari buku “Kelah Sang Demang Jahja Datoek Kajo

Beny Rusmawan

Leave a reply "Jahja Datok Kajo, Orang Inlander Pertama Di Volksraad Yang Menggunakan Bahasa Indonesia"