Sultan Siak Sri Indrapura Menyumbang 151 Juta Gulden Untuk Republik Di Awal Kemerdekaan

Sultan Siak Sri Indrapura Menyumbang 151 Juta Gulden Untuk Republik Di Awal Kemerdekaan

Sultan Siak Sri Indrapura Menyumbang 151 Juta Gulden Untuk Republik Di Awal Kemerdekaan

TRAVESIA.CO.ID – Sultan ini tidak “setenar” Sultan Hamid II dari kesultanan Pontianak, Sultan yang bukan orator seperti Anak Agung Gde Agung dari Bali, Sultan yang pendidikannya hanya sampai Batavia (karena dilarang ayahnya untuk sekolah di negara “non” muslim), cenderung pendiam tapi sumbangsihnya buat NKRI bahkan rakyat Siak (Riau) sendiri jarang yang tahu.

Meski tidak setenar Sultan HB IX dan Sri Pakualam VIII, Sultan ini tidak lama setelah proklamasi juga segera menyatakan bahwa kerajaannya, Kesultanan Siak Sri Indrapura menjadi bagian wilayah Indonesia, dan dengan sukarela menyumbang harta kekayaannya sejumlah 13 juta gulden untuk pemerintah republik (setara dengan 151 juta gulden atau € 69 juta Euro pada tahun 2011).

Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin atau Sultan Syarif Kasim II (lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, 1 Desember 1893 – meninggal di Rumbai, Pekanbaru, Riau, 23 April 1968 pada umur 74 tahun) adalah sultan ke-12 Kesultanan Siak. Ia dinobatkan sebagai sultan pada umur 21 tahun menggantikan ayahnya Sultan Syarif Hasyim. Sultan Syarif Kasim II merupakan seorang pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bersama Sultan Serdang dia juga berusaha membujuk raja-raja di Sumatera Timur lainnya untuk turut memihak republik Indonesia. Sikap Sultan dari awal memang sudah pro republik, kira kira 1 minggu setelah proklamasi kemerdekaan.

Istana Sultan Siak lah yang pertama tama mengibarkan bendera Merah Putih di depan halaman Istana, dan tak lama kemudian beliau berangkat ke Jawa menemui Bung Karno dan menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia sambil menyerahkan Mahkota Kerajaan serta uang sebesar Sepuluh Ribu Gulden sebagai sumbangan awal yang akhirnya seperti saya tulis di atas. Dan sejak itu beliau meninggalkan Siak dan bermukim di Jakarta. Baru pada tahun 1960 kembali ke Siak dan mangkat di Rumbai pada tahun 1968.

Beliau tidak meninggalkan keturunan baik dari Permaisuri Pertama Tengku Agung maupun dari Permaisuri Kedua Tengku Maharatu. Pada tahun 1997 Sultan Syarif Kasim II mendapat gelar Kehormatan Kepahlawanan sebagai seorang Pahlawan Nasional Republik Indonesia. Makam Sultan Syarif Kasim II terletak di tengah Kota Siak Sri Indrapura tepatnya di samping Mesjid Sultan yaitu Masjid Syahabuddin.

Beny Rusmawan

Leave a reply "Sultan Siak Sri Indrapura Menyumbang 151 Juta Gulden Untuk Republik Di Awal Kemerdekaan"