Festival Literasi Padang Panjang: Lomba Baca Puisi Tingkat Sumatera

Festival Literasi Padang Panjang: Lomba Baca Puisi Tingkat Sumatera

Festival Literasi Padang Panjang: Lomba Baca Puisi Tingkat Sumatera

TRAVESIA.CO.ID – Padangpanjang termasuk salah satu kota yang sangat aktif dalam bidang literasi dan seni. Ini memang bisa dipahami, karena di kota itu berdiri sebuah kampus seni, yakni Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Saya pernah beberapa kali ke sana untuk mengisi beberapa acara, mulai dari pemateri diskusi, peluncuran buku, hingga menjadi workshop jurnalistik.

Di kampus seni itu, sudah pasti banyak kegiatan, mulai dari pameran, pertunjukan, diskusi dan macam-macam. Namun di luar kampus, para pegiat seni dan literasi di sana juga tak kalah getol. Beberapa motor utamanya di sana adalah Sulaiman Juned dan Muhammad Subhan. Sulaiman adalah seorang seniman (penyair, dramawan, sutradara teater) sekaligus doktor teater yang mengajar di ISI. Adapan Muhammad Subhan adalah novelis, yang pengiat literasi di kota itu.

Tahun lalu, Mei 2018, mereka mengadakan pertemuan penyair se-Asia Tenggara. Kegiatan itu didadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padangpanjang bersama Forum Pegiat Literasi itu disokong penuh oleh Pemerintah Kota Padangpanjang. Kali ini, Lomba Baca Puisi tingkat Sumatera Barat juga diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama PPL .

Lomba baca puisi yang digelar pada 14-15 Mei 2019 di Bancah Laweh itu memperebutkan hadiah Rp 5 juta (juara pertama), Rp 3,5 juta (juara dua), dan Rp 2 juta (juara ketiga). Pendaftaran bisa melalui telepon Dinas Kearsipan dan Perpustakaan 0752-485312 dan email: [email protected] Syarat dan ketentuan lain bisa dibuka di laman Facebook Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Padangpanjang. Pertemuan untuk membahas hal-hal teknis diadakan pada 13 Maret 2019 pukul 16.00.

Lomba baca puisi itu mensyaratkan puisi wajib: Rumah (Karya Sulaiman Juned), Dari Didong hingga Saluang (Mustafa Ismail), Menuju Padangpanjang (Toto ST Radik), Semalam di Padangpanjang (Budhi Setiawan), Roh Besi (Dheni Kurnia), Ketika Indonesia Dihormati Dunia (Taufik Ismail), Kepada Kawan (Chairil Anwar), Kisah Penjual Peta (Iyut Fitra), Kematian Angin, Kematian Sebuah Ingin (Esha Tegar Putra), dan Bercakap-cakap Pada Gambar (Sutan Iwan Soekri Munaf).

Siapa jurinya? Nah, ini belum diumumkan. Pada saatnya akan disampaikan.

credit: steemit.com

Leave a reply "Festival Literasi Padang Panjang: Lomba Baca Puisi Tingkat Sumatera"