Peternakan Sapi Perah di Padang Panjang Menjadi Destinasi Wisata Edukasi

oleh -51 views
Peternakan Sapi Perah di Padang Panjang
credit image @targeton.com

TRAVESIA.CO.ID – Kota Padang Panjang yang dikelilingi gunung dan perbukitan, merupakan daerah terkecil di Sumatera Barat dengan luas hanya sekitar 23 kilometer persegi. Kota yang berada di jalur utama Padang menuju Bukittinggi ini berada di ketinggian antara 650 sampai 850 meter di atas permukaan laut. Hal ini membuat Padang Panjang cocok untuk usaha perkebunan dan peternakan, salah satunya adalah peternakan sapi perah.

Peternakan sapi perah memang sudah menjadi salah satu andalan di sana, yang selain menghasilkan susu dan berbagai produk olahan juga menghadirkan peluang wisata edukasi. Kelompok tani Permata Ibu adalah salah satu yang menangkap peluang wisata edukasi ini.

Pada tahun 2006 kelompok tani ini sudah mulai mengembangkannya, namun baru pada tahun 2017 mereka membenahi pengelolaannya untuk meningkatkan keuntungan.

“Keuntungan dalam hal ini lebih yang dimaksud karena sekalian kami bisa meningkatkan penjualan susu di samping penjualan melalui kios, ke sekolah-sekolah atau ke pelanggan tetap yang dipasarkan secara mandiri oleh peternak,” kata Ridwansyah, pengelola wisata edukasi Permata Ibu, seperti yang dikutip dari Antara (17/12).

Untuk wisata edukasi, Kelompok Tani Permata Ibu menyediakan paket bagi kalangan pelajar dan masyarakat umum dengan jumlah peserta minimal 20 orang.

Dalam paket itu, setiap peserta cukup membayar biaya Rp20 ribu untuk menikmati satu botol susu dan paket wisata yang meliputi beberapa kegiatan, termasuk pengenalan budidaya sapi perah, pemberian pakan, pemerahan susu, serta pengenalan pengolahan susu, dan pembuatan kompos.

Biaya hanya dibebankan jika calon pengunjung memesan paket wisata. Lewat layanan wisata edukasi, Kelompok Tani Permata Ibu juga menyampaikan beragam informasi mengenai manfaat dan pentingnya mengonsumsi susu dengan harapan bisa mendorong peningkatan konsumsi susu masyarakat.

Sementara bagi pengunjung yang datang berbelanja ke gerai Permata Ibu lalu ingin melihat-lihat dan berbincang tentang usaha peternakan, juga akan tetap dilayani seperti biasa. Bahkan pengunjung menjadikan area usaha kelompok Permata Ibu, Rearing Unit milik pemerintah daerah setempat, serta kelompok peternak seperti Lembu Alam Serambi, Tunas Baru, Yuza, Serambi Karya Mandiri dan Lembah Makmur Hijau sebagai tujuan wisata.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang, Wahidin Beruh, menyebutkan pada 2017 tercatat ada lebih dari 2.000 pengunjung yang menikmati wisata edukasi di peternakan sapi perah Padang Panjang.

“Melalui wisata edukasi sapi perah ini kami punya harapan bisa meningkatkan serapan susu, sehingga menambah pendapatan para peternak dan usahanya tetap hidup,” kata Wahidin.

Di samping itu, pemerintah daerah membina peternak untuk menghasilkan produk olahan susu seperti kefir, yogurt, stik susu, keju, permen susu, dan es krim. Produk-produk itu dipasarkan melalui Rumah Susu yang berada beberapa meter dari terminal Bukit Surungan.

copyrigh @cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.