Buku Catatan Perjalanan PDRI Berjudul JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah

Jejak yang terlupakanTRAVESIA.CO.ID – Apa jadinya ketika fakta sejarah tertutupi? Tahun berganti dan generasi pun terus lahir. Mereka besar dan jauh dari jiwa sejarah kampung halamannya. Jiwa-jiwa dari para patriot. Jiwa-jiwa yang terus menjaga tanah leluhurnya dari para kolonial. Dan di sini, Feni Efendi terus menggali akar sejarah PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA yang pernah berdiri di Payakumbuh, Limapuluhkota, Halaban, Bangkinang, Bukittinggi, Bidar Alam, Sumpur Kudus, Koto Tinggi, Sungai Naniang, Padang Japang ini secara mobile. Daerah-daerah yang pernah menjadi Ibukota Darurat dari Negara Republik Indonesia ini ketika Belanda kembali melakukan penjajahan dengan melumpuhkan Yogyakarta sebagai ibukota negara RI dan menangkap Soekarno-Hatta yang diasingkan ke Bangka. Pemerintahan ini dipimpin oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara (presiden darurat kedua setelah Soekarno) dengan menerima mandat dari Soekarno-Hatta untuk memimpin Republik ini di belantara hutan Sumatera.

Ia melakukan penelitian yang mendalam dengan melakukan napak tilas untuk mencari jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam menjalankan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) mulai dari Bukittinggi, Halaban, Bangkinang, Taratak Buluh, Teluk Kuantan, Sungai Dareh, Abai Sangir, Bidar Alam, Sumpur Kudus, Ampalu, Koto Tinggi, Sungai Naniang, Padang Japang dan berbagai daerah lainnya. Ada banyak daerah konflik yang belum tercatat dan diketahui oleh bangsanya, seperti Peristiwa Koto Tuo Lautan Api di Harau, Durian Gadang Membara di Batu Hampar, Pertempuran prajurit RI dengan Belanda di pusat Payakumbuh dan Koto Nan Gadang, konflik senjata dengan Belanda di Tiakar serta berbagai konflik daerah lainnya seperti di Tanah Datar, Solok, Sawahlunto/Sijunjung, Padang Panjang, Padang/Pariaman serta pembantaian massal oleh Belanda di Rengat Riau yang mancapai 2500 orang tewas. Atau bagaimana Koto Tinggi dan Bidar Alam mensugesti dunia internasional agar Belanda menghantikan penjajahannya terhadap Indonesia.

Semua pencarian tersebut disusun oleh Feni Efendi di dalam 2 buah buku. Di antaranya sebuah buku catatan perjalanan yang berjudul: JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah. Buku ini diberi kata pengantar oleh Heru Joni Putra, M.Hum dan sedang dalam pengurusan terbit oleh Penerbit JBS (Jualbukusastra Jbs Indrian) di Yogyakarta. Foto dan desain covernya oleh Anton Hilman. Sedangkan sebuah lagi buku puisi tentang PDRI yang berjudul SELENDANG IBU PERDANA MENTERI yang diberi pengantar oleh Koko Sudarmoko, insya allah diterbitkan juga oleh Penerbit Jbs dengan desain cover dan foto oleh Ijot Goblin dan model foto: Kintan Bayduri Gresmon.

Untuk pemesanan buku silahkan hubungi WA 081267727161 (Feni Efendi)

Leave a reply "Buku Catatan Perjalanan PDRI Berjudul JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah"