Intan Syafitri, Relawan Wanita Padamkan Karhutla di Kalimantan

oleh -23 views
Intan SYafitri, Relawan Cantik Padamkan Karhutla di Kalimantan

Intan SYafitri, Relawan Cantik Padamkan Karhutla di Kalimantan

Tahun 2015 lalu sosok gadis tangguh, Intan Syafitri, menuai pujian warga Indonesia karena ikut serta memadamkan hutan yang dibakar di Kalimantan. Kini, empat tahun kemudian, dia kembali ke Kalimantan, bukan untuk bersenang-senang tapi untuk melakukan hal yang sama, memadamkan api yang membakar hutan Kalimantan.

Intan Syafitri adalah seorang anggota dari lembaga relawan nirlaba Sekolah Relawan. Tahun 2015, wajahnya muncul di televisi, media online, dan media sosial.

Dia dipuji karena di usianya yang masih muda. Intan telah memutuskan untuk ambil bagian dalam tugas penting yang jauh dari kehidupan sehari-hari gadis belia seusianya.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini terlibat dalam usaha pemadaman api yang membakar Hutan Tumbang Nusa, Pulau Pisang di Kalimantan Tengah. Dia terlibat dalam sebuah kelompok yang berkomitmen membuat 100 lubang sumur bor untuk menyediakan air bagi tim yang berhadapan langsung dengan api.

Kerjanya itu akan meringankan para penjinak api yang tidak perlu lagi mondar-mandir dari sumber air ke lokasi pembakaran yang akan dipadamkan.

Intan SYafitri, Relawan Cantik Padamkan Karhutla di Kalimantan

Setelah tugasnya selesai, Intan kembali ke kehidupannya sehari-hari di Jawa Barat. Gadis Bogor ini lalu menempuh kuliah di Jepang, setelah lulus, dia kembali ke Indonesia dan melakukan banyak kegiatan kesukarelawan. Mojang geulis ini kerap menggalamg dana dan bahkan turun langsung membantu para korban.

Saat gempa besar melanda Lombok pada bulan Juli 2018, Intan yang sedang berada di sana bahkan nyaris menjadi korban. Tetapi dia berhasil mengubah nasib nahas itu menjadi berkah.

Karena berada langsung di lokasi bencana, dia bisa langung berkoordinasi dengan koleganya di Sekolah Relawan dan jaringam lainnya untuk membantu para korban.

Intan SYafitri, Relawan Cantik Padamkan Karhutla di Kalimantan

Kini Intan memutuskan kembali ke Kalimantan, jiwanya yang gemar membantu dan bekerja pastilah bergejolak kencang. Saat ditanya kapan akan pulang, Intan menjawab singkat sembari tertawa “belum beli tiket pulang!”.

Credit: genpi.co

Tentang Penulis: Feni Efendi

Gambar Gravatar
Feni Efendi lahir 20 Juli 1984 di Tiakar Kota Payakumbuh. Menamatkan pendidikannya di SD N 06 Balai Nan Tuo Tiakar Payakumbuh (1997), SLTP Negeri 5 Payakumbuh (2000), SMK Taman Siswa Payakumbuh jurusan Elektronika Komunikasi (2003). Ia menulis catatan perjalanan, sejarah, puisi dan juga sebagai blogger, copywriter dan youtuber. Buku puisinya berjudul SELENDANG IBU PERDANA MENTERI dan buku catatan perjalanan sejarahnya berjudul JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah. Bukunya bisa dipesan melalui kontak WA 0812-6772-7161. Ia tinggal di Limapuluh Kota Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.