Sajak-sajak Umi Kholifah

oleh -11 views
Sajak-sajak Tri Sungkowati

Umi Kholifah

Rindu Tak Tersampaikan

 

Aku mengenangmu ketika senja telah datang.

Seperti waktu di malam-malam bergilir.

Akulah angin yang  semilir datang dalam mimpimu.

Mimpi yang seperti laut bergelombang, anganku mulai kabut.

Menyelimuti seluruh senjaku.

Seperti jarak terhujung di pulau,

sukmaku membungkam di ujung seberang.

 

 

Luka Dalam

 

Aku masih mengingat luka yang hadir di musim ini.

Luka menyayat dari serpihan kenangan yang kautinggal.

Luka yang merobek sesak. Meronta dalam jerit hadirmu.

Masihkah kau membaca sukma dari orang asing yang singgah.

Sembunyi dari pandang. Membisu sejauh lengang.

 

 

Mimpi

Ketika rinduku datang

Anganmu menyelimutinya

Anganmu terbawa mimpiku.

Hatiku meronta-ronta

Menjerit kesakitan.

Angin menembus kulitku.

Merasuk kedalam sukmaku.

Angan-anganmu yang semu.

Memberi senyum padaku.

Kau datang dengan menekikku.

Dengan jelas dan nyata.

Anganmu seketika hilang.

Tersontak bangun dalam alam tidurku.

Bahwa hanyalah mimpi semu.

Purwokerto, 28 september 2019

 

Pengemis Tua

Pakaianmu kusut penuh dengan debu.

Jalanmu terseok-seok.

Tanpa alas kaki.

Jalan pun dengan tongkat.

Tangan pun dengan meminta-minta.

Berharap ada rasa belas kasihan.

Begitu malang kakek tua ini.

Taka ada sedikit rasa iba.

Bahkan acuh tak acuh.

Air mata mulai menetes.

Perut mulai berkeroncongan.

Dengan tangan menahan rasa lapar.

Belum terbesitkah dihati kalian?

Hanya mengeluarkan recehan

Demi mendapat sesuap nasi.

Setegah itukah kepada makhluk Alloh?

Bahkan dengan sabar menerimanya

Hanya do’a yang kau panjatkan.

 

Purwokerto, 05 September 2019

 

Sahabat

 

Di kala senang

Di kala sedih

Kau selalu hadir disampingku

Bahkan ribuan tangisan

Engkau selalu mendengar curahan

Di kala senang dan sedih

Sahabat…..

Semoga pertemanan abadi

Kelak membawa surga nanti

 

Purwokerto,05 September 2019

 

 

Bait ‘Imrity

 

Berpuluh-puluh bait

Kulafadzkan bait satu persatu.

Kulantunkan penuh hayatan.

Kupahami makna bait itu.

Kuhafalkan nadzom itu.

Dengan suara yang pelan.

Berulang kali kulakukan.

Dengan sebuah perjuangan.

Detik demi detik.

Waktu terus berganti.

Bulan telah lalu

Target pun belum sampai selesai.

Ujian menyusuriku.

Sebait pun hilang.

Sampai berhari-hari.

Sampai lemah tak berdaya.

Dengan gigih kuberhasil.

Melewati berbagai ujian.

Ujian yang menghadang tiada hentinya.

Kupanjatkan rasa syukur kapada-Nya.

 

Purwokerto, 06 September 2019

 

 

Umi kholifah. Biasa di panggil umi. Alamat dari Cilacap, lebih tepatnya di Desa Bangunreja rt 05/ rw 01, kedungreja, cilacap, jawa tengah. Ttl Cilacap, 07 September 1999. Sekarang duduk di bangku kuliah IAIN Purwokerto dari Jurusan Tadris Bahasa Inggris.

Tentang Penulis: Feni Efendi

Gambar Gravatar
Feni Efendi lahir 20 Juli 1984 di Tiakar Kota Payakumbuh. Menamatkan pendidikannya di SD N 06 Balai Nan Tuo Tiakar Payakumbuh (1997), SLTP Negeri 5 Payakumbuh (2000), SMK Taman Siswa Payakumbuh jurusan Elektronika Komunikasi (2003). Ia menulis catatan perjalanan, sejarah, puisi dan juga sebagai blogger, copywriter dan youtuber. Buku puisinya berjudul SELENDANG IBU PERDANA MENTERI dan buku catatan perjalanan sejarahnya berjudul JEJAK YANG TERLUPAKAN: Menyusuri Jejak Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam Menjalankan PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) pada Masa Agresi Militer Kedua Belanda di Sumatera Tengah. Bukunya bisa dipesan melalui kontak WA 0812-6772-7161. Ia tinggal di Limapuluh Kota Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.