Sajak-sajak Islami dari Yanwi Mudrikah

No comment 128 views

Yanwi MudrikahPerempuan

(Kepada Kaum Ibu)

 

siapapun perempuan, aku anggap ibu

ia yang merahim

yang melanggengkan keperempuanannya

ia yang menyatukan

jiwa-raga

 

perempuan,

adalah seorang ibu

yang lahirkan para generasi maju

yang tak hanya soalkan masa lalu

tetapi menjunjung tinggi

nilai-nilai keluhuran hidup

 

perempuan,

seolah merpati

yang tak berhenti mengejar apa-apa

yang menjadi kebaikan

umat di dunia

 

perempuan,

seperti setetes air

di gurun pasir

darmakradenan, oktober 2019

 

Santri dan Sebuah Kitab di Dadanya

 

hari-hari kemarau

para santri menyalakan cahaya

untuk negeri

–setiap pagi

pada terik mentari

dan senja hari

 

berbondong-bondong

dengan tangan terbuka

darmakradenan, oktober 2019 

 

Seorang Laki-laki di Hati Para Pecinta

 

aku bersaksi,

bahwa tiada laki-laki

selain kau

darmakradenan, oktober 2019

 

Pesan Aisyah ra

Untuk kaum hawa  

 

kepakan sepasang sayap-mu

wahai perempuan sejati

sebab,

hidup hanyalah numpang ngopi;

numpang tidur;

numpang hidup;

 

kepakan sayapmu

wahai kaum hawa

sebab,

hidup hanyalah

panggung sandiwara

darmakradenan, oktober 2019 

 

Buku dan Hati Pecinta

 

aku membaca-baca

tumpukan buku

yang kau berikan kepadaku

kuhayati

satu persatu

kubaca

satu persatu

 

aku membaca-baca

mantra-mu

yang tertuang

di tiap lembaran buku

dan cover

yang beraroma abu-abu

 

aku membaca-baca dirimu

melalui ceritamu

dalam tumpukan buku

di kamarku

darmakradenan, oktober 2019

 

Yanwi Mudrikah, lahir di Darmakradenan, Ajibarang, pada 12 Agustus. Aktif menulis sastra sejak tahun 2010, saat masih duduk di bangku kuliah. Karya-karyanya terpublikasikan di Suara Pembaruan (Jakarta), Minggu Pagi (Yogyakarta), Koran Merapi (Yogyakarta), Satelitpost (Purwokerto), Radar Banyumas (Purwokerto), Pikiran Rakyat (Bandung), Flores Sastra (Flores), Suara Merdeka (Semarang), Solo Pos (Solo), Jurnal Sajak (Jakarta), Indopos (Jakarta), Majalah Mayara (Surabaya), Harian Tangsel (Jakarta), Banjarmasinpost (Banjarmasin), Harian Waktu (Bandung), Majalah Embun (Surakarta), Riaupos (Riau), NusantaraNews.co, www.litera.co.id, SastraPurnama.com, Harakatuna.com, Radar Bojonegoro (Jawa Timur), http://poetryprairie.com/2018/12/12/kembali-ke-rumah-cahaya/, Kompasiana.com, Detik.com, www.haripuisi.info, https://normantis.com/2018/09/17/seorang laki-laki-dan-masalalu-puisi-yanwimudrikah/, Majalah Ancas (Banyumas, Jawa Tengah) dan Media Indonesia (Jakarta).

Karya puisinya juga terdokumentasi dalam Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia 2016 216 Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, Yayasan Sagang 2016); Antologi Di Bawah Sadar Di Atas Sadar (Forum BKI, 2013); Antologi Cahaya Tarbiyah (Forum Mahasiswa Tarbiyah, 2013); Creative Writing (STAIN Press, 2013); Kampus Hijau (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 2 (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 3 (Sekolah Sastra Peradaban, 2016); Rumah Penyair 3 (Kepompong Press, 2016); Seberkas Cinta Antologi Puisi 89 Penyair Indonesia (Digna Pustaka, 2016); Antologi Puisi Membaca Kartini Memaknai Emansipasi dan Kesetaraan Gender (Komunitas Joebawi, 2016); dan Beberapa sajaknya lolos dalam Indonesian Literary Collective (ILIC, Jerman 2014); Senyuman Lembah Ijen Antologi Puisi Nusantara (TareSi Publisher, 2018);  Perempuan Memandang Dunia Kumpulan Puisi Perempuan Penyair Nusantara (Tema Litera, 2018); Antologi Puisi Bengkel Sastra Taman Maluku Menjemput Rindu Di Taman Maluku (Bengkel Sastra Taman Maluku Semarang, 2018); A Skyful of Rain Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2018 (Tahura Media, 2018).  Beberapa puisinya lolos di Jerman dalam Indonesian Literary Collective (ILIC, Jerman 2014). Dan buku puisi pertamanya Rahim Embun (2013); buku puisi keduanya Menjadi Tulang Rusukmu (2016);dan buku puisi ketiganya Menjadi Ibu (2019).

Saat ini berprofesi sebagai dosen terbang (pengajar tamu) di perguruan tinggi Jawa Tengah. Selain itu, dia mengasuh dan menggerakkan Komunitas Sastra Gubug Kecil Indonesia, di Ajibarang-Banyumas (Jawa Tengah). E-mail : [email protected].

 

Leave a reply "Sajak-sajak Islami dari Yanwi Mudrikah"