Sajak-sajak Arsi Pratama

oleh -75 views
ARSI PRATAMA

PAHAM “KOPI”

Secangkir kopi adalah ruangan yang luas, tempat menampung segala keluh kesah.

Aku tak benar-benar sendirian pada puisi yang sedang kutulis.

Ada dosa,
juga ada luka.

Di atas meja aku meletakkan kata
Ku-urai dengan sedih seadanya.

Pahamilah, siapa yang benar-benar pergi
Kopiku atau rindumu?

Malang, 5 Oktober 2019

 

AKU KIRA

Aku kira kau penyuka senja
Ratusan puisi sudah kurangkai dengannya.

Kukira kau tak suka terluka
Nyatanya sekarang, kita hanya sebatas kata.

Rintik hujan bukan lagi air,
Namun rindu yang berguguran.

Sajak memang seperti kopi,
Ada penikmatnya masing-masing.

Yogyakarta, 18 Agustus 2019

 

SEANDAINYA

Seandainya kita masih…
Aku tak akan seperti ini
Berkelana sendiri
mengunjungi mimpi

Seandainya masih…
Kita tak akan seperti ini
Tersandung jarak
Demi segenggam rindu

Seandainya masih…
Aku ingin melampiaskannya pada waktu
Segala rindu yang bersendu

Seandainya kamu..
Tak bersabda tentang masa lalu
Kita takan seperti ini…

Kepanjen, 28 juli 2019

 

HANYA RINDU

Sekat-sekat rindu yang terjejer rapi,
Membuat diriku kembali jatuh dalam ingatan..

Sungguh aku rindu akan saat itu, saat kita bertemu dan melampiaskannya pada waktu

~~

Aku tak lelah mengingatmu
karena semesta tahu,

semua rindu itu akan terselip
Pada ingatanmu yang lalu…

~~

Jika merindu adalah dosa, sungguh sejak dahulu pasti aku jatuh…

Malang, 10 Mei 2019

 

ARSI PRATAMA lahir di Ruteng, 23 Mei 2000. Sekarang kuliah di UNMER MALANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.