Sajak-sajak Yanwi Mudrikah

oleh -14 views
Sajak-sajak Yanwi Mudrikah

Sajak-sajak Yanwi Mudrikah

Perayaan Kecil dan Ingatan Masa Kecil

 

ada semacam pesan

yang terpampang di ruang keluarga

bukan kue ultah

tetapi, nasi kuning

buatan ibu tercinta

 

kami bagikan

ke rumah-rumah

kami merayakan bahagia

dan bunga-bunga suka

 

ada semacam tangisan bahagia

antara aku

dan kakak-kakak perempuan

di desa

darmakradenan, oktober 2019

 

Gunung Karang dan Perbukitan

                        : Darmakradenan

 

dari kejauhan, tampak artistik

sekalipun belum semua desa ada listrik

di sana,

aku lahir

di sana,

riwayat dan sabda

terukir

 

di perbukitan,

ada doa yang sembunyi

darmakradenan, oktober 2019

 

Hari-Hari Kemarau

                        : Desa Darmakradenan

 

sawah kami retak

sungai tajum hampir mengering

dan orang-orang

saling transaksi

 

air

air

air

 

hari-hari kemarau

hujan tak kunjung datang

darmakradenan, oktober 2019

 

Rapalan Para Penyair

 

siapa yang mengaku

paling penyair?

darmakradenan, oktober 2019

 

Anak-Anak Punk

 

tertawa-tawa

sambil cengkrama

puluhan…

bahkan ratusan

berkumpul di kota-kota kecil

yang mereka singgahi

 

anak-anak punk

seolah-olah bahagia

seolah-olah sedih

darmakradenan, oktober 2019

 

Yanwi Mudrikah, lahir di Darmakradenan, Ajibarang, pada 12 Agustus. Aktif menulis sastra sejak tahun 2010, saat masih duduk di bangku kuliah. Karya-karyanya terpublikasikan di Suara Pembaruan (Jakarta), Minggu Pagi (Yogyakarta), Koran Merapi (Yogyakarta), Satelitpost (Purwokerto), Radar Banyumas (Purwokerto), Pikiran Rakyat (Bandung), Flores Sastra (Flores), Suara Merdeka (Semarang), Solo Pos (Solo), Jurnal Sajak (Jakarta), Indopos (Jakarta), Majalah Mayara (Surabaya), Harian Tangsel (Jakarta), Banjarmasinpost (Banjarmasin), Harian Waktu (Bandung), Majalah Embun (Surakarta), Riaupos (Riau), NusantaraNews.co, www.litera.co.id, SastraPurnama.com, Harakatuna.com, Radar Bojonegoro (Jawa Timur), http://poetryprairie.com/2018/12/12/kembali-ke-rumah-cahaya/, Kompasiana.com, Detik.com, www.haripuisi.info, https://normantis.com/2018/09/17/seorang laki-laki-dan-masalalu-puisi-yanwimudrikah/, Majalah Ancas (Banyumas, Jawa Tengah) dan Media Indonesia (Jakarta).

Karya puisinya juga terdokumentasi dalam Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia 2016 216 Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, Yayasan Sagang 2016); Antologi Di Bawah Sadar Di Atas Sadar (Forum BKI, 2013); Antologi Cahaya Tarbiyah (Forum Mahasiswa Tarbiyah, 2013); Creative Writing (STAIN Press, 2013); Kampus Hijau (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 2 (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 3 (Sekolah Sastra Peradaban, 2016); Rumah Penyair 3 (Kepompong Press, 2016); Seberkas Cinta Antologi Puisi 89 Penyair Indonesia (Digna Pustaka, 2016); Antologi Puisi Membaca Kartini Memaknai Emansipasi dan Kesetaraan Gender (Komunitas Joebawi, 2016); dan Beberapa sajaknya lolos dalam Indonesian Literary Collective (ILIC, Jerman 2014); Senyuman Lembah Ijen Antologi Puisi Nusantara (TareSi Publisher, 2018);  Perempuan Memandang Dunia Kumpulan Puisi Perempuan Penyair Nusantara (Tema Litera, 2018); Antologi Puisi Bengkel Sastra Taman Maluku Menjemput Rindu Di Taman Maluku (Bengkel Sastra Taman Maluku Semarang, 2018); A Skyful of Rain Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2018 (Tahura Media, 2018).  Beberapa puisinya lolos di Jerman dalam Indonesian Literary Collective (ILIC, Jerman 2014). Dan buku puisi pertamanya Rahim Embun (2013); buku puisi keduanya Menjadi Tulang Rusukmu (2016);dan buku puisi ketiganya Menjadi Ibu (2019).

Saat ini berprofesi sebagai dosen terbang (pengajar tamu) di perguruan tinggi Jawa Tengah. Selain itu, dia mengasuh dan menggerakkan Komunitas Sastra Gubug Kecil Indonesia, di Ajibarang-Banyumas (Jawa Tengah). E-mail : [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.