Pegiat Literasi Sumatra Barat Berwisata Sastra ke Museum Sastra di Melaka

oleh -121 views

TRAVESIA.CO.ID – Museum Sastra di Kota Tua Melaka, Malaysia, menjadi salah satu tujuan Wisata Literasi yang dipandu Duta Baca Sumatra Barat, Mardhiyan Novita MZ, dan Penulis yang juga Pegiat Literasi, Muhammad Subhan, pada 9-11 November 2019 mendatang.

Di museum itu, peserta Wisata Literasi akan melihat koleksi buku-buku sastra karya pengarang-pengarang Negeri Jiran Malaysia.

Direncanakan juga, rombongan akan berdiskusi dengan komunitas-komunitas literasi yang ada di Malaysia.

Wisata Literasi Gelombang Pertama itu digagas Minangkabawa, sebuah agen perjalanan wisata yang berbasis di Kota Pariaman, Sumatra Barat.

Minangkabawa berkolaborasi dengan pegiat-pegiat literasi Sumatra Barat untuk melakukan perjalanan literasi sambil berwisata, dan tahap pertama dimulai dari negara terdekat, yaitu Malaysia.

Di tahun-tahun berikutnya direncanakan kunjungan ke negara-negara lainnya.

“Alhamdulillah, angkatan pertama ini, sudah mendaftar lebih 20-an peserta dari berbagai kota di Sumatra Barat, dan di luar Sumatra Barat,” ujar Alif Auza Isnanda, salah seorang Owner Minangkabawa, Rabu (6/11).

Dia menyebutkan, selain Museum Sastra di Melaka, objek-objek wisata lainnya yang akan dikunjungi, di antaranya: Pusat Pemerintahan Malaysia Putra Jaya, Masjid Putra Jaya, Dataran Merdeka, Menara Petronas, Taman KLCC, Chinatown Petalling Street, Newton KL di area Bukit Bintang, Red/Dutch Square Melaka, Kampung Morten Melaka, dan Berlayar di Melaka River, serta sejumlah objek lainnya.

Duta Baca Sumatra Barat Mardhiyan Novita MZ memberi apresiasi kepada pegiat-pegiat literasi yang ikut kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru, dosen, dan umum.

“Ini akan menjadi perjalanan yang asyik dan menyenangkan, sebab bukan sekadar berwisata, tapi selama kegiatan peserta akan dipandu menulis kreatif,” kata Mardhiyan yang juga penulis novel “Penyair Merah Putih” itu.

Sementara Penulis dan Pegiat Literasi Sumatra Barat, Muhammad Subhan, menyambut baik inisiatif Minangkabawa membuat program perjalanan literasi itu.

“Semakin jauh berjalan, semakin banyak dilihat. Semakin banyak yang dilihat, semakin banyak ide yang bisa dituliskan,” tambahnya.

Sepulang dari kegiatan Wisata Literasi itu peserta akan melahirkan sebuah buku antologi kumpulan cerita pendek (cerpen) yang direncanakan pula akan diluncurkan di sebuah kota di Sumatra Barat. (*/travesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.