Sajak-sajak Faris Al Faisal

oleh -124 views
Faris Al Faisal

Pohon Liana dan Atap Rumah

 

Pohon liana merambat

Batang leher terjerat

Ke atap rumah

Menghadap langit

 

Malam telah dingin diguyur kelam

Tupai memanjat dinding

Mencuri buah sawo terjuntai di sana

Samudera kebun tanpa penjaga

Adalah ladang kebahagiaan

 

Aku telah berkarib dengan kesepian

Bagai penyair menempuh jalan derita

 

Pada tanah tempat tumbuh liana

Kupunguti belukar kering

Atap-atap tampak bocor

Matahari mengintip dari celah sempit

Menyaksikan kau di meja makan

Mengiris roti dan mengoles selai

 

Indramayu, 2018

 

 

Menjangan

 

Kau adalah menjangan di padang rumput ini

Berlari kencang dari pemburu busuk

Maka teruslah berlari

 

Dalam gerak ada kehidupan

Diam hanyalah mempercepat maut

 

Batu-batu yang kauinjak

Semisal kesabaran

Kaki-kaki yang tak berhati-hati

Terkilir dan berdarah

 

Indramayu, 2018

 

 

Segerombol Semut

 

Para prajurit membawa senapan

Berjalan di hutan, gunung, dan gurun

Menjadi segerombol semut

Lengan-lengan yang mengayun

Berpadu menggotong sepotong roti

Menyimpannya untuk masa depan

menjadi Yusuf yang menawan

 

Di lain waktu kita pun segerombol semut

Membawa butir air

Memberi dingin api Ibrahim

 

Tapi kita lebih sering

Menjadi segerombol semut

Di kas gula

 

Indramayu, 2018

 

 

Bermain Catur

 

Setelah rapi tersusun

Keindahan pun tercipta

Tapi tangan-tangan tak mau diam

Buah catur digelindingkan

Papan 64 kotak putih hitam

Menjadi rimba belantara

 

Pion-pion berguguran di padang rumput

Menjadi anak rusa di makan harimau

 

Aku tak mengerti

Ini permainan atau pembunuhan

Tak ada kebahagiaan

Kecuali bagi pemangsa

 

Indramayu, 2018

 

Faris Al Faisal lahir dan tinggal Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Namanya masuk buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia Yayasan Hari Puisi. Puisinya mendapat Augerah “Puisi Umum Terbaik” Disparbud DKI dan HPI 2019. Bergiat di Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Forum Masyarakat Sastra Indramayu (FORMASI). Menulis fiksi dan non fiksi. Karya fiksinya adalah novella Bunga Narsis Mazaya Publishing House (2017), Antologi Puisi Bunga Kata Karyapedia Publisher (2017), Kumpulan Cerpen Bunga Rampai Senja di Taman Tjimanoek Karyapedia Publisher (2017), Novelet Bingkai Perjalanan LovRinz Publishing (2018), dan Antologi Puisi Dari Lubuk Cimanuk Ke Muara Kerinduan Ke Laut Impian Rumah Pustaka (2018). Sedangkan karya non fiksinya yaitu Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia Penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017).

Tulisannya (puisi, cerma, cernak, cerpen, dan resensinya) tersiar berbagai media cetak dan online, Baik lokal, nasional maupun negeri Jiran. Seperti; Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Koran Jakarta, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Lampung Post, Padang Ekspres, Haluan, Harian Analisa, Rakyat Sumbar, Rakyat Sultra, Radar Cirebon, Radar Surabaya, Radar Sulbar, Radar Banyuwangi, Radar Bromo, Radar Mojokerto, Radar Jombang, Radar Madura, Radar Banjarmasin, Radar Malang, Koran Merapi, Minggu Pagi, Banjarmasin Post, Bali Post, Denpost, Pontianak Post, Bangka Pos, Magelang Ekspres, Palembang Ekspres, Jabar Ekspres, Malang Post, Solopos, Medan Pos, Suara NTB, Joglosemar, Tribun Jabar, Tribun Bali, Bhirawa, Koran Pantura, Kabar Madura, Riau Pos, Tanjungpinang Pos, Fajar Makasar, Serambi Indonesia, Koran Dinamikanews, Media BPP Kemendagri, Media Cakra Bangsa, Majalah Simalaba, Majalah Hadila, Majalah Kartini, Majalah Suara Muhammadiyah, Majalah Nur Hidayah, Majalah Pesisir, Majalah Pakubasa, Tabloid Nova, Basabasi.co, IDN Times, Sportourism.id, Puan.co, MediaJatim.Com, Nyontong.Com, Takanta.id, GaleriBukuJakarta.com, SastraPurnama.Com, Kawaca.com, Guneman, Balairungpress.Com, Simalaba.Net, Sanglah Institute, Qureta.Com, SerikatNews.Com, Lantes.Web.Id, NusantaraNews.co, SuaraPemredKalbar.Com, FloresSastra.Com, Tatkala.co, Mbludus.Com, CendanaNews.Com, Iqra.id, Litera.co.id, HariPuisi.Info, ideide.id, kurungbuka.com, Detikcom, Jurnal Asia, Utusan Borneo Malaysia, Harian Ekspres Malaysia, Utusan Malaysia, dan New Sabah Times  Malaysia.

Tulisan lainnya terhimpun dalam antologi puisi dan cerpen bersama seperti; Sajak-sajak Pindul (2017), Lelaki yang Tubuhnya Habis Dimakan Ikan-ikan Kecil (2017), Kunanti Di Kampar Kiri (2018), Kepada Toean Dekker (2018), Tentang Sebuah Buku dan Rahasia Ilmu (2018), Langit Seduwure Langit (2018), Rumah Kita (2018), Jazirah (2018), 50 Cerpen Tani (2018), A Skyful of Rain (2018), Lombok dan NTB (2018), Bulu Waktu (2018), Shalawat Untuk Sang Kekasih (2018), Kota Kata Kita (2019), Swara Masnuna (2019), Pesisiran (2019), dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.