Puisi-puisi Gusmita Safitri

oleh -206 views
Gusmita safitri 2

TERIMA KASIH SUDAH KEMBALI

 

Tiga tahun menjadi kenangan,

Rupanya kau  masih ingin pulang

Kali ini ada pelayanan spesial untukmu sayang

Duduklah, kau mau minum apa ?

Berlarian aku cari ampas teh silam

Aku sajikan dengan kotak kenang,

Didalamnya ada secarik surat, sehimpun foto,

Sebongkah Tai cicak, dan sebuah jam tak berjarum.

“Pergi kau sejauh lahat”

“Terima kasih sudah kembali”

Memberiku ruang melempar kenang ke wajahmu, Tuan.

 

 Pandai Sikek, 2019

 

 

KEPADAMU

 

Boleh aku berpesan kepadamu?

Kedua bola matamu dibongkar saja dahulu

Zaman sudah seksi begini, aku tak mau kau direnggutnya.

Kita terlalu suka bercanda dengan hubungan ini

Kau masih menjadi maling kepucatan,

Aku seperti pemulung genit juga.

Sebenarnya kita sedang disantet satu sama lain

Disaat aku terbangun dari kepulasan

Kau lansung datang memergok kepalaku

Kau pemalu sekali, tidak mau bilang rindu.

Sudah-sudah, aku sedang mati.

 

Pandai Sikek, 2019

 

KEKASIHKU

 

Dibalik tirai aku mengintip lenggok jalanmu

Aku mau tahu, ukuran sepatumu, bajumu, serta

Shampo apa yang  kau pakai.

Hummm. “Baumu” seperti nasip idamanku

Bola mata kita barangkali enggan bersua

Sajakku menjadi isak perantara

Kekasih, cepatlah datang.

 

Pandai Sikek, 2019

 

 

NUANSA LIBUR

 

Ditemani secangkir susu, dua biji salak, sekaping buku

Ia terlihat pusing dan gundah

Sesekali ia keluar menoleh ke halaman rumah

Dan lagi bangkai mobil tak mau mengajaknya

Memutar otak seperti orang banyak,

 

Rumah ini sudah menjadi rumah sakikt jiwa

Penghuninya terkurung bersorak-bersorak gila

Kadang, malah memasungkan kata.

Berfikir bak si jenius, barangkali rongsokan kata ini

Dapat membawanya menciumi aroma dunia.

Ahhh angan-angan orang gila.

 

Pandai Sikek, 2019

 

GUSMITA SAFITRI,  lahir di Bukittinggi, Sumatra barat pada rabu, 25 agustus 1999. Ia seorang mahasiswi di sebuah Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat jurusan Administrasi Rumah Sakit. Ia menyukai dunia menulis semenjak masih berada dibangku SMP/ MTSD  di Pandai Sikek yang pada saat itu masih dalam bentuk coretan diary.

Ia pun aktiv menulis dibeberapa akun seperti watpad,plukme,facebook, dan sosial media lainnya. Buku perdananya berjudul “Kembali Dari Masa Lalu” ( Erka Puplishing : 2019).  Dan buku kedunya sedang proses terbit “Diary Cumi Cumi “ (FAM Puplishing) .Adapun beberapa puisi yang telah terbit “FAM Puplishing ; Setangkai Padi yang Merunduk (Dibalik Pelepah Hijau Tak Berpucuk), MEDIA Sualla ; Sejuta sajak (Biarkan Saja Mawarku Layu)”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.