Berkesan, Wisata Literasi ke KL dan Melaka Berpeluang Diulang

oleh -274 views
Peserta Wisata Literasi di kawasan Gedung Merah Kota Melaka, Malaysia.

TRAVESIA.CO.ID – Wisata Literasi sejumlah pegiat literasi Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Sumatra Selatan ke Kuala Lumpur dan Melaka, Sabtu-Senin (9-11/11) lalu, memberi kesan mendalam bagi peserta. Di lain waktu, kegiatan serupa diminta diulang kembali.

“Sangat berkesan sekali, dan setelah ini, semoga bisa diprogram kembali ke kota atau negara lainnya,” kata Lili Asnita, Guru SMA Negeri 4 Bukittinggi yang juga mengikuti perjalanan itu.

Hal senada dikatakan Putri Anjeli, seorang pelajar asal Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota. Ia tidak menyangka bisa bergabung dalam rombongan itu, dan setelah mendapat izin dari kedua orang tua, Anjeli memutuskan ikut.

“Saya banyak belajar dari kakak-kakak dan abang-abang yang ikut Wisata Literasi ini, khususnya tentang menulis. Pokoknya asyik,” ujarnya.

Wisata Literasi Angkatan I yang digagas Duta Baca Provinsi Sumatra Barat, Mardhiyan Novita MZ bersama Penulis dan Pegiat Literasi Muhammad Subhan dan didukung Minangakabawa Tour & Travel itu, memilih Malaysia sebagai negara pertama yang dikunjungi. Di angkatan-angkatan berikutnya, direncanakan berkunjung ke negara-negara lainnya, termasuk destinasi-destinas di Indonesia.

Di hari pertama, Sabtu (9/11), perjalanan itu berjalan lancar dan sukses. Dini hari, sebelum subuh, peserta yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru, dosen dan lintasprofesi, sudah berkumpul di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman.

Pukul 08.00 WIB, menumpangi pesawat Air Asia, rombongan terbang ke Tanah Jiran, lalu bergabung dengan beberapa peserta lainnya yang telah tiba lebih dulu di Kuala Lumpur International Airport (KLIA2).

Di pintu ketibaan (kedatangan), sudah menunggu Miss Vijaya, Guide warga lokal yang mendampingi perjalanan ke sejumlah objek wisata di Malaysia.

Objek wisata yang dikunjungi, di antaranya: Pusat Pemerintahan Malaysia di Putra Jaya, lalu salat Zuhur di Masjid Megah Putra Jaya, dilanjutkan ke Objek Wisata Batu Caves, dan mengunjungi Pabrik Cokelat untuk melihat proses pembuatan cokelat dari produk mentah ke produk jadi.

Siang beranjak, perjalanan diteruskan ke Istana Negara Malaysia, tempat ‘The King and Queen of Pahang’ bertahta memimpin kerajaan Agung Malaysia.

Setelah itu rombongan menuju ke Dataran Merdeka, sebuah kawasan dengan gedung-gedung berarsitektur Eropa bernilai sejarah, lalu menjelang senja jatuh menyinggahi taman paling puitis dan romantis, yaitu KLCC dan Menara Kembar Petronas.

Di malam hari, diiringi musik, air mancur menari-nari di kolam taman ini. Duhai, indah sekali.

“Selama perjalanan, peserta ditugaskan menulis catatan perjalanan yang endingnya nanti akan diterbitkan menjadi buku,” ujar Muhammad Subhan.

Istimewa, Wisata Literasi ini juga diikuti oleh Dr. Endut Ahadiat, M.Hum (Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Bung Hatta, Padang), dan Dr. Laspida Harti, M.Pd (Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Lubukalung, Padangpariaman).

“Saya senang melihat semangat anak-anak muda literat yang mau belajar di mana saja dan kapan saja, dan karena itu saya tertarik ikut bersama tim ini,” ujar Dr. Endut, di sela-sela kegiatan itu.

Sementara di hari kedua, Ahad (10/11), setelah menyinggahi sejumlah objek wisata di Kota Bergedung Pencakar Langit Kuala Lumpur, rombongan bertolak ke Kota Bandaraya Bersejarah, Melaka—menempuh perjalanan hampir tiga jam menggunakan bus.

Destinasi pertama yang disinggahi adalah Kampung Morten yang dipeluk Sungai Melaka. Sehabis menikmati keasrian kampung yang masih terdapat beberapa rumah kayu berasitektur Melayu klasik, rombongan meneruskan perjalanan ke beberapa museum di jantung Kota Melaka yang gedung-gedung heritage-nya bercat merah, serta menikmati sejuknya beribadah di Masjid Indah Masjid Selat Melaka yang sekilas terlihat seperti terapung di bibir laut.

Di sela-sela itu, rombongan disambut Sastrawan Malaysia Rosmiaty Shaari dan Djazlam Zainal. Djazlam juga membacakan puisi karyanya yang tersurat di buku AKAR yang baru terbit dan sedang menjadi pembicaraan di ranah sastra Malaysia. (han/travesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.