Sajak-sajak Anggun Rama Sari

oleh -130 views

ANGGUN RAMA SARI. Lahir di Padangpanjang, 1 April 2001. Ia siswi MAS TI Koto Tinggi. Buku karyanya berjudul Senja, Bisikan Angin, dan Rindu Padamu (2019) dan Mengeja Waktu, Petuah Puisi Ayah (2019). Beberapa buku bersama, di antaranya: Cello (2019), Atap (2019), Berapi (2019) dan Hujan (2018). Berdomisili di Pandaisikek, Tanah Datar, Sumatra Barat.

Hingga Ditakdirkan

Membuhulmu dalam doa adalah
mencintai paling khusyuk kurasakan
Di saat rindu hampir hilang pijakan
Dalam sajadah kau bertamu
Dalam sujud kau kujamu
Sekiranya begitu, sampai
Pemilik Cinta meramu; kita

Merapalkan doa yang selalu kuaminkan
Yang kutata, yang kurasa sungguh bermakna
Dalam gaduh ataupun di senyap-sunyi
Hingga nanti, waktu mempersandingkan

Pandai Sikek, 2019

Perjuangan Tak Usai

“Bu, hari ini aku puasa”

Percakapan terakhir pagi itu
Aku dan ayah pun berlalu

Aku sibuk menggerakkan pena
Ayah sibuk bolak-balik selatan utara
Tangan keriput itu erat melajukan kereta
Memikul beban membawa sewa

Dan akhirnya, aku berbuka dengan segelas perjuangan
Dan sepiring jeritan tangan kesemutan itu
Begitu manis, semanis senyum ayah penutup pilu

Pandai Sikek, 2019

Tetap Kujamu

Ternyata rindu itu tak lagi semanis secangkir kopimu
Lebih pahit dibanding kenangan yang kaupaksa berlalu
Lebih gaduh dari pakaian kumalmu
Lebih sedih dari raut wajah lusuhmu

Duduklah, karena kau masih bertamu
Di sini kau tetap kujamu
Dengan secangkir nelangsa dan sepiring rasa kecewa
Seduhlah, dengan rasa yang tidak lagi sama

Pandai Sikek, 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.