Puisi ‘Goldenia’ Karya Refdinal Muzan Raih Pemenang Utama Pekan Literasi Perruas 2019

oleh -296 views

TRAVESIA.CO.ID – Penyair yang juga guru SMP Negeri 1 Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Refdinal Muzan, berhasil meraih Pemenang Utama Pekan Literasi Perkumpulan Rumah Seni Asrizal Nur (Perruas) 2019 untuk judul puisinya Goldenia.

Pemenang dan nominator diumumkan Jumat, (15/11), di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, dihadiri 200-an penyair dan undangan yang ikut merayakan Milad ke-50 Tahun Sastrawan Asrizal Nur dan Milad ke-5 Rumah Seni Asnur serta merayakan Hari Guru Nasional.

“Alhamdulillah, suatu anugerah yang tak terduga. Ini untuk kita, untuk Sumatra Barat, untuk semua pencinta sastra di Nusantara,” ujar Refdinal Muzan kepada TRAVESIA.co.id ketika dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (16/11).

Meski tidak dapat hadir langsung ke Jakarta untuk menerima penghargaan itu, namun Refdinal mengaku bahagia karyanya mendapat apresiasi. Ia tidak bisa hadir karena baru kembali dari Festival Sastra Internasional Gunung Bintan, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

“Kebahagiaan ini adalah suatu yang tak terduga, sebab ketika sebuah puisi saya tulis, saya hanya menggerakkannya sesuai bisikan kata hati. Tidak pernah terpikir ini akan dinilai baik atau tidak, karena tugas penulis hanya menyelesaikan tulisannya. Semoga membuat saya lebih giat lagi dan banyak belajar lagi,” ujarnya.

Selain pemenang utama, Perruas juga mengumumkan Lima Puisi Pilihan yang masing-masing diraih Bambang Widiatmoko (Bekasi), Dadan Ardana (Sumedang), Sam Mukhtar Chaniago (Jakarta), Mariana Pranoto (Kalimatan Barat), dan Umar Zein (Sumut).

Sebelumnya diumumkan 20 puisi yang masuk nominasi, yaitu karya: Arahim Eltara (Antara Kenangan dan Impian), Bambang Widiatmoko (Menanam Sajak di Lahan Bijak), Dadan Andana (Armagan), Edy Priyatna (Tentang Satu Lukisan Senjamu), Endah Tjatur W (Bulan Emasmu), Sam Mukhtar Chaniago (Wahai Tuanku Penyair Tampakkan Wajah Syairmu), Ujang Kasarung (Doa Leaki Pendosa), Mariana Pranoto (Nahkoda Bahtera), Ernawati (Peneroka), Andi Marliah (Sang Peneroka Menempuh Lahirnya Mimpi), Refdinal Muzan (Goldenia), Umar Zein (Rumah Tak Berdinding), Siti Fatimah (Iman Sejati), Mohd. Nasir (Mari Membaca Hati), Rosmita (Lelaki Peneroka), Siamir Marulafau (Usia 50 Tahun), Syaiful Basti (Zikir), Nelli Gusmita (Percakapan Mimpi), Jonson Effendi (Asrizal Nur), Hamdani (Sang Peneroka).

Refdinal Muzan lahir di Padang, 15 Mei 1966. Kumpulan puisi tunggalnya yang telah terbit berjudul Mozaik Matahari (2012), Salju di Singgalang (2013), Dandelion (2016) dan Titian Kabut (2018).

Ia pernah meraih beberapa penghargaan baik dalam ajang Lomba Baca Puisi dan Lomba Menulis Puisi. Beberapa karyanya juga telah dimuat di koran lokal dan nasional. Di komunitas literasi ia bergiat di Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Saat ini ia menetap di Biaro, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. (han/travesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.