Berguru di Negeri Jepang (Bagian 23)

oleh -12 views

Berguru di Negeri Jepang

Oleh Marjohan, M.Pd dan Sefrita Yenti

Kesempatan Terbang Ke Jepang Lagi

Seperti judul bab IV ini, Return to Japan- yang berarti kesempatan bagiku untuk terbang ke Jepang Lagi. Kesempatan ini datang secara tiba- tiba dan kesempatan memang datang satu kali dan harus kita ambil- jangan disia-siakan.

Aku pulang dari Jepang- setelah berada di sana selama 3 tahun- pada bulan November 2012. Aku tidak pernah membayangkan kalau- kalau aku bisa balik lagi ke sana, dengan alasan bahwa programku sudah habis dan biaya pesawat serta biaya hidup sangat mahal. Namun aku memperoleh kesempatan untuk balik lagi buat beberapa minggu saja dalam bulan Februari 2013.

Aku bukan kangen balik ke Jepang- seolah-olah Jepang adalah tanah airku. Negara yang lebih aku cintai tentu saja Indonesia. Aku ke sana ingin karena ada kesempatan- aku senang ke sana karena terus terang negaranya bersih, tertib dan aman. Segala sesuatu terlihat teratur.

Aku memperoleh undangan dari Oonishinorio San, pemilik perusahaan tempat aku bekerja sebelumnya. Dia mau datang ke Indonesia untuk suatu urusan. Jadi aku datang menyusul dan berencana aku balik ke Indonesia bareng dengan rombongannya. Singkat cerita saat aku tiba di sana aku diajak untuk jalan- jalan di seputar daerah- tidak jauh dari Osaka- propinsinya Fukuyama.

―Kami pergi ke pantai, menyaksikan dolphin, kami juga pergi ke kebun binatang-menyaksikan panda‖.

Osaka sendiri adalah kota terbesar kedua di Jepang, dan merupakan terbesar diantara Kansai Trio yaitu Osaka, Kobe dan Kyoto. Sejak jaman dahulu Osaka sudah terkenal sebagai

kota perdagangan dan transit. Sebagian orang memandang Osaka adalah kota yang membosankan, karena kalau sebagai kota wisata, reputasi Osaka masih kalah jauh dibandingkan Tokyo. Kota Osaka memang tidak memiliki banyak atraksi tetapi jika kita merencanakan berkunjung ke daerah Kansai maka mau tidak mau kita harus lewat Osaka. Untuk itu tidak ada salahnya kita menyediakan beberapa hari untuk menjelajah kota ini. Osaka juga mempunyai moto yaitu kuidaore yang artinya kurang lebih ―makanlah sampai puas‖.

Marjohan, M.Pd, Guru SMA Negeri 3 Batusangkar, Program Pelayanan Keunggulan Kabupaten Tanah Datar. Sumatera Barat. Ia juga tercatat sebagai ―Peringkat 1 guru berprestasi tingkat nasional 2012‖ dan penerima Satyalencana Pendidikan dari Presiden RI. Aktif menulis pada koran Singgalang, Serambi Pos, Haluan dan Sripo (Sriwijaya Post). Telah menulis buku dengan judul ―School Healing- Menyembuhkan Problem Sekolah (Pustakan Insan Madani,2009- Yogyakarta)‖, ―Generasi Masa Depan- Memaksimalkan Potensi Diri Melalui Pendidikan (Bahtera Buku,2010-Yogyakarta)‖, Tuntutlah Ilmu Hingga ke Negeri Prancis (Diva Press, 2012- Yogyakarta), Akhirnya Kutaklukan Kampus Jerman (Diva Press, 2012- Yogyakarta), dan buku Budaya Alam Minangkabau (Citra Pustaka, 2012- Solo). Pengalaman Meraih Guru Berprestasi Nasional (Diva Press, 2012- Yogyakarta), dan Melbourne Memang Dahsyat.

Sefrita Yenti, Lahir tahun 1984 di Lintau- Batusangkar, Sumatera Barat. Pendidikannya di SMAN 1 Lintau- Kab. Tanah Datar dan melanjutkan pendidikan ke INGG Bukittinggi. Ia mendalami budaya dan bahasa Jepang, kemudian pernah bekerja di Perusahaan Thomson dan Pt. Nissin Kogyo, Batam. Ia mengikuti pelatihan magang ke Jepang melalui PT Yuko Tesa Mirai di Padang. Usai pelatihan ia bekerja di perusahaan Kabushiki Kaisha Chuuoo- Shikoku, Prefecture Kagawa, Kanonji Shi, Nakahime- Japan. Setelah 3 tahun ia balik ke Batusangkar- Sumatera Barat, kemudian mendirikan sekolah Bahasa Jepang,inggris dan Mandarin,jarimatika. dengan nama Chuoo Mandiri di Tanjung Karang, Propinsi Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.