Perpustakaan Nagari Lubuk Basung Bertekad Ciptakan Banyak Inovasi

oleh -201 views
PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN – Pelatihan Penguatan Program Pemberdayaan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial bersama Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Lubuk Basung, Senin (18/11), di kantor Wali Nagari setempat. (Foto: IST.)

TRAVESIA.CO.ID – Perpustakaan Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, bertekad menciptakan banyak inovasi agar perpustakaan itu benar-benar menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Inovasi-inovasi itu sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Agam yang serius menjadikan nagari sebagai pusat inovasi daerah. Satu nagari satu produk inovasi unggulan pun diciptakan.

Upaya mewujudkan itu, Perpustakaan Nagari Lubuk Basung menggelar Pelatihan Penguatan Program Pemberdayaan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dikuatkan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Lubuk Basung, Senin (18/11), di kantor Wali Nagari setempat.

Hadir sebagai narasumber Pegiat Literasi Sumatra Barat, Muhammad Subhan, dan selain pelatihan juga diagendakan Diskusi Kelompok Terpumpun untuk mempersiapkan sejumlah program gerakan literasi Perpustakaan Nagari Lubuk Basung.

Pejabat Sementara (PJs.) Wali Nagari Lubuk Basung, Windra Purnama, menyambut baik kegiatan itu, dan berharap Lubuk Basung tumbuh menjadi Nagari Literasi.

“Kegiatan ini sangat bagus dan selaras dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Agam yang terus melahirkan inovasi-inovasi daerah. Kami berharap hasil dari pelatihan ini maksimal dan Perpustakaan Nagari Lubuk Basung menjadi pusat kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Pegiat literasi Sumatra Barat, Muhammad Subhan, pada kesempatan itu mengatakan, perpustakaan di era sekarang konsepnya tidak lagi menunggu orang datang ke perpustakaan, sebaliknya perpustakaan mendekati masyarakat, membawa program-program literasinya.

“Jika menunggu orang datang ke perpustakaan, yakinlah tak banyak yang datang, sebab perhatian mereka sudah disedot oleh sebuah alat bernama gawai,” kata Penerima Anugerah Literasi Provinsi Sumatra Barat tahun 2017 itu.

Maka dia mengajak pengelola perpustakaan untuk tidak sekadar menunggu, tapi juga merencanakan program-program strategis yang menarik minat masyarakat untuk membaca buku, dan melalui buku itu membantu penguatan keterampilan mereka sesuai bidang yang dibutuhkan.

“Artinya di sini butuh inovasi yang harus diciptakan pengelola perpustakaan sehingga meningkatkan minat masyarakat membaca,” ujarnya.

Untuk penguatan gerakan literasi Nagari Lubuk Basung, tambah Muhammad Subhan, ia mengusulkan agar dibentuk Tim Tenaga Literasi Nagari (TLN) yang terdiri dari unsur-unsur terkait di nagari. TLN di-SK-kan oleh Wali Nagari, dan untuk membangun branding serta gerakannya TLN dideklarasikan serta dilantik kepengurusannya.

“TLN ini nanti yang secara berkelanjutan membuat perencanaan gerakan, aksi, evaluasi, dan mempersiapkan prestasi-prestasi untuk Nagari Lubuk Basung,” paparnya.

Sementara Pengelola Perpustakaan Nagari Lubuk Basung Hidayati Amir merasa gembira karena TPID Lubuk Basung memberi kesempatan kepada pengelola Perpustakaan Nagari Lubuk Basung untuk didampingi, khususnya dalam mempersiapkan program dan aksi gerakan literasi.

“Dengan adanya pelatihan ini timbul ide kami untuk bersinergi dengan berbagai pihak dalam melakukan kegiatan-kegiatan Pustaka Bergerak sehingga manfaat perpustakaan benar-benar terasa di tengah masyarakat,” ujarnya. (han/travesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.