Sajak-sajak Arham Wiratama

oleh -91 views

ARHAM WIRATAMA. Lahir di Jombang, 1 Agustus 1997. Seorang penderita bipolar. Pernah menerbitkan buku, Deru Desir Semilir (2016) dan Segara Duka (2018). Belajar biola dan gitar di Spirit of Musik Jombang. Karya-karyanya pernah dimuat di Radar Selatan, Radar Jombang, nalarpolitik.com, rubrik.indhependent.com, kuluwung.com, floressastra.com, dan lain-lain tempat. Puisinya yang berjudul Menembaga mendapat juara satu event Indonesia berpuisi #2 tingkat nasional yang diadakan oleh Poetry Publiser.

Api Kecewa

Bumi melihat langkah Rahma
dengan tiap pijakan gundah
Dari kesedihannya yang luas
bintang melintas dengan bebas
Dia berharap warna kebahagiaan
menjadi bedak di wajahnya yang pucat
Air deras kesedihan diserap
oleh mata kering cekungnya
Kala tahu doa hanya menjadi dengung
di dalam perasaan yang bingung
Kini ia terduduk dan bumi memeluknya
dengan jerami-jerami hangat
Yang ia lemparkan api
dari matanya yang kecewa

Jombang, 11 November 2019

Cincin Kesetiaan

Sirih hijau bersulur mengitari hatinya
kesuburan itu memunculkan wangi
melati suci di rekah bibir
Pada rambutnya bebunga liar bermekar
dan sesiapa mencium aroma itu
hatinya pasti akan bergetar
Kesendirian gugur dan meleleh
seperti serpihan manis es krim
di kemarau panas menjerang
Itu gadis manangkap tangan pria
dengan cincin emas tanda setia
dan mereka berdua berbahagia

Jombang, 13 Nomvember 2019

Masjid Sepi

Dalam kepalaku
segalanya membawa pedang
dihunuskannya senjata pada perisai
untuk segera kedamaianku tercabik selesai
karena prajurit kecemasan terus mendesak
di dinding diriku sampai napas di tubuh sesak
dan menyerah adalah hal mustahil
yang bisa aku sendiri ambil
Jadi terus juga aku berjuang
membawa pusaka kedamaian
dengan berzikir di ujung ruang
pada masjid sepi dengan cahaya remang

Jombang, 13 November 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.