Hujan Lebat Sambut Pembukaan Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019

oleh -197 views
WALIKOTA Banjarbaru, Drs. H. Nadjmi Adhani, M.Si., secara resmi membuka ‘Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, di Mess L, di jantung Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 29 November 2019. (Foto: Muhammad Subhan)

TRAVESIA.CO.ID — Hujan benar-benar turun lebat, siang beranjak sore, beberapa saat jelang pembukaan Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, di Mess L, di jantung Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (29/11).

Wali Kota Banjarbaru, Drs. H. Nadjmi Adhani, M.Si., secara resmi membuka festival sastra internasional itu, dan khusus menitip pesan kepada sastrawan yang hadir untuk berkenan menjadi ‘Duta Wisata Banjarbaru’ melalui karya-karya sastra yang akan ditulis sepulang dari kota itu.

“Festival ini kami siapkan untuk menjadikan Banjarbaru sebagai ibukotanya kesusastraan. Juga untuk merangsang kreativitas masyarakat, membuka ruang-ruang dialog, sekaligus memetakan potensi karya sastra dari penulis-penulis Banjarbaru,” ujar Wali Kota.

Festival itu sengaja dibuat di musim hujan, agar tampil beda dari festival-festival sastra lainnya di Tanah Air maupun di dunia. Hujan juga menjadi simbol diksi yang banyak ditulis para penyair dari dulu hingga kini.

“Ini cara kami mengenalkan Banjarbaru sebagai Kota Sastra. Kota ini lahir dari puisi dan keindahan,” ujar Wali Kota.

Ketua Panitia Penyelenggara Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019, Drs. Radius Ardanias, MPA., yang juga mantan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru di sela-sela acara itu mengatakan, festival sastra itu sudah berlangsung sejak tiga tahun berturut-turut.

“Bagi kami, indikator keberhasilan sebuah festival sastra, bukan setahun dua tahun, tapi seminimal mungkin lima tahun, bila perlu sepuluh tahun, seratus atau seribu tahun,” kata Radius Ardanias yang aktif memantau perkembangan sastra di Kalimantan Selatan dan Indonesia.

Konsistensi penyelenggaraan festival sastra itu mendapat sambutan dari banyak sastrawan, baik di Kalimantan Selatan maupun di Asia Tenggara. Tak heran, setiap tahun, Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival ditunggu-tunggu, dan menjadi salah satu festival bergengsi di Tanah Air.

“Karya-karya yang dikirim peserta sebagai syarat mengikuti festival ini dikurasi oleh kurator, dan penyair terpilih kami undang khusus untuk datang ke Banjarbaru,” katanya.

Rangkaian kegiatan Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019, di antaranya: Bazaar Buku Sastra, Baca Puisi di Mingguraya, Workshop Penulisan Puisi, Writing for Healing, Workshop Terjemahan Puisi dan Prosa, Launching 50 Tahun Sastra Banjarbaru, Fashion Show, Musikalisasi Puisi, Pembacaan Puisi, Temu, Tatap dan Bincang Sastra, Peluncuran Buku Puisi, City Tour, dan Mangawah.

Melalui proses kurasi yang ketat, tahun ini, Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival mengundang tiga penulis Indonesia terpilih, yaitu Muhammad Subhan (Padangpanjang), I Wayan Jengki (Bali), dan Raudhal Tanjung Banua (Jogja). (han/travesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.