7 Lokasi Wisata Sejarah Sering Dikunjungi di Indonesia

oleh -33 views
7 Lokasi Wisata Sejarah Sering Dikunjungi di Indonesia

TRAVESIA.CO.ID – Indonesia merupakan salah satu negara dengan berbagai destinasi wisata terbaik di dunia. Negeri kita ini memiliki banyak budaya serta menyimpan beragam kekayaan alam. Nah, dengan memiliki banyak budaya, tentunya Indonesia tak hanya populer menjadi destinasi wisata kekayaan alamnya saja, tetapi juga destinasi wisata sejarah mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masa lampau. Berbagai tempat wisata sejarah di Indonesia ini mengambil tempat pada sejumlah daerah di sepanjang arkipelago Indonesia, yang dapat ditelisik mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonial. Berikut adalah 7 destinasi wisata sejarah terbaik di Indonesia yang bisa dijadikan destinasi liburan selanjutnya! Destinasi Tempat Wisata Sejarah Terbaik di Indonesia

Masjid Raya Baiturrahman

Daftar destinasi tempat wisata sejarah terbaik di Indonesia dimulai dari bagian barat Indonesia, yaitu Masjid Raya Baiturrahman. Masjid ini terletak di kota Banda Aceh, provinsi Aceh. Tempat wisata sejarah populer di pulau Sumatera ini dahulu dibangun pada tahun 1612 ketika masa Kesultanan Aceh oleh Sultan Iskandar Muda. Utamanya, masjid raya ini terkenal menjadi tempat wisata religi selain juga tempat bersejarah. Masjid ini kental dengan sejarah karena dahulu digunakan sebagai markas dan benteng utama pertahanan rakyat Aceh dalam berbagai situasi perang, tempat pasukan perang pada zaman Kesultanan Aceh berkumpul dan menyusun taktik perang, hingga pahlawan nasional seperti Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar yang berjuang mempertahankan masjid ini dari penjajah. Wajib kamu kunjungi tempat wisata sejarah ini ketika berkunjung ke Aceh!

Candi Borobudur

Indonesia dipenuhi oleh berbagai macam candi dan tersebar di berbagai daerah. Terdapat sejumlah candi yang bermuara pada zaman kejayaan Hindu-Buddha di nusantara. Yang terpopuler adalah candi Borobudur. Candi ini terletak di daerah Magelang, Jawa Tengah, dan dapat diakses melalui dua kota utama seperti Yogyakarta dan Semarang. Para ahli sejarah menyatakan bahwa candi Borobudur adalah situs sejarah unik karena dibangun tanpa menggunakan semen sama sekali, hanya disatukan dengan balok yang disusun dengan sistem saling kunci. Situs wisata sejarah purbakala ini dinobatkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO dalam beberapa kali kesempatan, menahbiskan keberadaannya sebagai destinasi wisata sejarah terbaik di Indonesia.

Kota Tua Jakarta

Untuk tempat wisata sejarah satu ini terletak di ibukota, Jakarta. Kota tua merupakan pusat pemerintahan Indonesia pada zaman kolonial. Pada pusat kota zaman kolonial ini, terdapat 3 bangunan utama yang menjadi situs sejarah favorit masyarakat ibukota, yaitu Museum Sejarah Jakarta, Kantor Pos dan Museum Seni Rupa dan Keramik. Ketiga tempat ini dahulu masing-masing merupakan tempat penting dalam pemerintah kolonial. Museum Sejarah Jakarta dahulu adalah balai kota Batavia, kantor gubernur jenderal VOC, sementara Museum Seni Rupa dan Keramik adalah gedung dewan pengadilan tingi Batavia, dan kantor pos tidak pernah berubah fungsinya.

Wisata sejarah tepat di jantung kota Jakarta ini sangat mudah diakses melalui berbagai moda transportasi, seperti kereta rel listrik, bus transjakarta, ataupun kendaraan pribadi. Destinasi sejarah favorit wisatawan di Jakarta ini juga memiliki lapangan yang luas di tengah ketiga situs sejarah tersebut, sehingga para pendatang dapat berkumpul dan menghabiskan waktu di lapangan tersebut.

Taman Sari Yogyakarta

Beralih ke Daerah Istimewa Yogyakarta, ada salah satu situs tempat wisata sejarah yang kini populer di media sosial! Nah, itu lah dia Taman Sari Yogyakarta. Terletak sekitar 0,5 kilometer di sebelah selatan Kraton Yogyakarta, destinasi sejarah ini dahulu merupakan taman dari istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono 1, diperkirakan pada tahun 1755, tepatnya setelah Perjanjian Giyanti.

Taman ini memiliki sejumlah bangunan dan ruangan, seperti bagian sakral, kolam pemandian, dan pulau kenanga. Dalamnya terdapat jembatan gantung, kolam pemandian, kanal, serta lorong bawah air. Tempat wisata sejarah ini sekarang sedang hits di media sosial karena lorong bawah airnya yang instagramable banget! Dengan nuansa klasik dan minimalis, rasanya belum mampir ke taman sari dan merasakan atmosfer masa lampau yang terdapat di dalamnya kalau belum berfoto di tempat ini!

Masjid Menara Kudus

Beralih ke arah utara dari Yogyakarta dan kembali ke daerah Jawa Tengah, yaitu sebuah objek wisata sejarah unik, Masjid Menara Kudus. Pada bangunan suci masyarakat Islam ini, terlihat percampuran kebudayaan antara masa Hindu-Buddha dengan Islam. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1549, pada saat penyebaran agama Islam di pulau Jawa, dan diprakarsai oleh salah seorang anggota Wali Sanga, Sunan Kudus. Masijd ini memiliki ciri khas sebuah menara setinggi 18 meter, serta bagian dasar dengan ukuran 10 x 10 meter. Pada bagian dalam menara terdapat sebuah tangga dari kayu jati, serta hiasan dan corak pada bagian luar menara yang terdiri dari 3 susunan yaitu kaki, badan, dan puncak bangunan.

Destinasi wisata sejarah ini merupakan salah satu mesjid tertua di Indonesia. Terletak pada sisi barat masjid merupakan makam dari Sunan Kudus. Biasanya, tempat ini ramai digunakan oleh para peziarah yang datang sekaligus menikmati keindahan situs sejarah ini. Jika kalian datang mendekati bulan Ramadhan, maka akan menemukan Festival Dhandhangan yang umumnya diadakan warga Kudus untuk menyambut hadirnya bulan suci.

Benteng Fort Rotterdam

Dari daerah Sulawesi terwakilkan oleh destinasi wisata sejarah Benteng Ujung Pandang, atau yang biasa disebut Fort Rotterdam. Tempat wisata bersejarah ini dibangun pada masa kerajaan Gowa-Tallo, tepatnya pada masa pemerintahan raja Gowa ke-9. Benteng ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Disebutkan bahwa dahulu benteng ini memiliki bahan dasar tanah liat, namun diganti ketika Kerajaan Gowa dipimpin oleh Sultan Alauddin menjadi batu padas. Ketika Kerajaan Gowa harus mengakui kekalahan dari VOC, benteng ini diserahkan kepada VOC. Di bawah kendalinya, benteng ini kemudian diubah namanya menjadi Fort Rotterdam oleh Cornelis Speelman, sebagai ode untuk tanah kelahirannya. Kemudian benteng ini juga digunakan sebagai pusat pertahanan dan penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur. Kini, benteng ini populer menjadi destinasi wisata sejarah untuk daerah Sulawesi.

Situs Purbakala Kokas

Terakhir dan merupakan destinasi wisata sejarah paling timur Indonesia adalah situs purbakala Kokas yang terdapat di daerah Fakfak, Papua Barat. Untuk mencapai situs purbakala ini kalian harus menempuh perjalanan darat menuju distrik Kokasi dari terminal Fakfak sekitar 50 kilometer, dan dapat ditempuh selama kurang lebih 2 jam, lalu dilanjutkan dengan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Destinasi wisata sejarah ini dapat dilihat dengan baik dan nyaman ketika air sedang pasang, karena kalian dapat naik ke tebing dan melihatnya dari dekat. Oleh masyarakat lokal setempat objek wisata pra sejarah ini juga disebut dengan nama Tapurarang, karena warna merah lukisan cap tangan di tebing, serupa dengan warna merah pada darah manusia. Keunikan dari situs sejarah ini adalah kemiripannya dengan lukisan dinding di daerah lain, seperti di Sulawesi dan Kalimantan.

Gimana? Ternyata banyak destinasi wisata sejarah yang terbaik, seru dan menarik kan di Indonesia? Tak usah bingung lagi ketika ingin menghabiskan waktu luang. Mengunjungi tempat sejarah bisa menjadi solusi terbaik karena pastinya informatif, menambah informasi yang sebelumnya kalian tak ketahui, sekaligus edukatif karena mendidik kita mengenai situs sejarah di sepanjang Indonesia! Jangan lupa juga, belum berwisata sejarah apabila tidak mengabadikan momen-momen berharga!

copyright @tokopedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.