Melbourne Memang Dahsyat (Bagian 29)

oleh -24 views
Melbourne Memang Dahsyat (Bagian 29)

IMMIGRAN DI AUSTRALIA

Sewaktu bincang- bincang dengan Pak Ismet Fanany aku betul- betul merasakan betapa Australia merupakan negara yang luas dan jumlah penduduk relative sedikit. Jumlah penduduk Australia secara keseluruhan mungkin sebanyak penduduk Jabodetabek atau ―Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang,Bekasi). Dengan demikian ia masih membutuhkan pendatang atau immigrant. John Duke (seorang volunteer pada Kantor Dinas Pendidikan Sumatra Barat) membenarkan statemenku ini.

Para immigrant di Australia pada umumnya sejahtera dan hidupnya beruntung, sebagai mana halnyaNasrin Zaher, guru Bahasa Indonesia dan sekaligus guru berprestasi Australia dari Norwood Secondary College- Melbourne. Aku juga mencari info tentang cerita immigrant yang lain.

Ketika aku berada di Bandara Melbourne- saat mau transfer ke Sydney- aku sempat berbincang- bincang dengan seorang Bapak asal (immigrant) Vietnam. Ia berbagi cerita mengenai pengalamannya sebagai pengungsi dan perubahan sikap Australia mengenai pengungsi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menuturkan pengalamannya sebagai pengungsi dan perubahan sikap masyarakat Australia mengenai pengungsi.

Ia mengatakan bahwa salah satu topik yang banyak diperdebatkan di Australia adalah topik mengenai pengungsi. Di satu pihak, ada yang khawatir bahwa negara ini menerima terlalu banyak pengungsi. Di pihak lainnya, ada yang mengatakan penerimaan lebih dari 13 ribu pengungsi oleh Australia setiap tahunnya adalah sebuah kewajiban internasional yang penting dan menguntungkan bagi Australia sendiri.

―Saya kira kita tidak perlu lagi membuktikan, karena sejarah kita sendiri menerima pengungsi sejak Perang Dunia II adalah buktinya. Kalau kita melihat masyarakat kita (Australia) sekarang, keanekaragaman, kekayaan, dan keterbukaan masyarakat kita memberikan harapan besar bagi pengungsi‘.

Pria Vietnam itu sendiri adalah seorang pengungsi. Keluarganya tiba di Australia sebagai bagian dari gelombang pertama ―orang perahu‖ sebelum tahun 1980-an. Hang baru berusia awal Remaja ketika dia dan keluarganya melarikan diri dari Vietnam, yang saat itu dilanda perang, dengan menggunakan perahu nelayan ke Malaysia. Walaupun dia tidak ingat banyak mengenai perjalanannya dengan perahu tersebut, dia masih ingat melihat kebahagiaan orang-orang dewasa di perahu itu ketika mereka melihat daratan atau ketika mendapatkan pertolongan dari badan PBB untuk pengungsi, UNHCR, dan Palang Merah di sebuah kamp pengungsi di Malaysia.

Marjohan M.Pd, guru SMAN 3 Batusangkar , peraih Guru SMA Berprestasi 1 Tingkat Nasional, telah menerbitkan 2 buku terbaru dengan judul ” Menjadi Pemenang Dalam Kehidupan, dan Tebaran Pengalaman Dari Padang Hingga Sydney. Sebelumnya Marjohan M.Pd telah menerbitkan sekitar 10 judul buku skala nasional. Juga telah menulis lebih dari 120 judul artikel yang terbit pada koran koran nasional dan journal speleologie di Perancis. Untuk menumbuh kembangkan kualitas literasi perlu selalu action yang teragenda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.